Jumlah apoteker di Indonesia hingga tahun 2022 mencapai 121.629 orang. Angka tersebut termasuk 5 tenaga kesehatan dengan jumlah terbanyak. Peminat tinggi ini menunjukkan peluang karir apoteker terbuka luas. Apakah kamu juga bercita-cita menjadi apoteker? Ada banyak perguruan tinggi yang menyediakan jurusan apoteker. Ya, salah satu yang terbaik itu adalah IIK Bhakta. Namun, untuk menjadi apoteker, kamu perlu melalui beberapa tahapan. Bagaimana? Yuk simak ulasan berikut ini.

1. Menyelesaikan Prodi S1 Farmasi
Langkah awal menjadi seorang apoteker adalah memilih Prodi S1 Farmasi. Dalam jenjang pendidikan ini, kamu harus menyelesaikan kuliah selama 8 semester atau 4 tahun. Kamu akan menemui beberapa mata kuliah, seperti farmasetika, biologi sel, kimia organik, kimia analisis, kimia fisik, dan lainnya. Apabila lulus, kamu akan menyandang gelar Sarjana Farmasi (S.Farm).
2. Melanjutkan Studi Profesi Apoteker
Belum menjadi apoteker, jika kamu tidak mengambil Jurusan Profesi Apoteker ini. Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pendidikan ini adalah 2 semester atau 1 tahun. Kamu akan menjalani praktek langsung di beberapa instansi kesehatan yang bekerjasama dengan perguruan tinggi. Jenjang ini memang memfokuskan mahasiswanya untuk dapat mengaplikasikan ilmu farmasinya secara langsung melalui praktek kerja.
Di Pendidikan Profesi Apoteker IIK Bhakta, praktek kerja dibagi menjadi beberapa bagian, antara lain pedagang besar farmasi, industri, apotek, rumah sakit, dan pemerintahan. Dengan begitu, lulusan mendapatkan pengalaman kerja lebih banyak dan diharapkan dapat menjadi apoteker profesional. Lulusan pendidikan ini akan mendapatkan gelar Apoteker (Apt).
Baca Juga
3. Ujian Apoteker
Setelah menyelesaikan pendidikan apoteker, kamu harus mengikuti ujian profesi atau ujian lisensi yang ditentukan oleh otoritas setempat. Ujian apoteker terdiri atas ujian tingkat institusi dan Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Indonesia (UKMPPI) yang diselenggarakan oleh Komite Nasional Uji Kompetensi Mahasiswa Bidang Kesehatan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Ujian ini akan menilai pengetahuan dan kompetensi mahasiswa dalam farmasi dan aspek hukum yang berkaitan dengan praktik apoteker.
4. Mendapatkan Lisensi Apoteker
Setelah berhasil menyelesaikan ujian profesi dan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan, kamu akan mendapatkan lisensi sebagai apoteker yang dapat digunakan untuk berpraktik secara mandiri maupun izin praktek di lembaga kesehatan. Penting untuk menjaga lisensi dengan memenuhi persyaratan pendidikan berkelanjutan dan peraturan profesi yang berlaku.
5. Pengembangan Karir
Sebagai apoteker, kamu memiliki banyak peluang karir yang beragam. Kamu dapat memilih untuk bekerja di apotek komunitas, rumah sakit, industri farmasi, penelitian, atau pendidikan. Banyak apoteker juga memilih untuk mengejar spesialisasi dalam bidang tertentu seperti farmakoterapi, manajemen farmasi, atau farmakokinetika.
Apoteker termasuk dalam jenis profesi primadona dalam dunia kesehatan. Kompetensinya selalu dibutuhkan oleh masyarakat, sehingga peluang kerjanya terbuka luas. Jadi tunggu apa lagi? Ayo segera mulai langkahmu menjadi apoteker profesional dari IIK Bhakta. Tersedia jenjang mulai D3 Farmasi, S1 Farmasi, dan Pendidikan Profesi Apoteker. Daftar sekarang juga!