Peminatan Psikologi dan Peluang Kerjanya

Peminatan Psikologi dan Peluang Kerjanya Peminatan Psikologi dan Peluang Kerjanya

Secara umum, Jurusan Psikologi mempelajari tingkah laku manusia. Namun saat proses kuliah, mahasiswa Jurusan Psikologi akan menemui bidang peminatan. Ada empat peminatan psikologi yang dapat ditekuni, antara lain psikologi pendidikan, psikologi kesehatan, psikologi konsumen, dan psikologi organisasi.

Setiap mahasiswa wajib memilih satu bidang peminatan psikologi tersebut. Tentunya peminatan yang dipilih ini akan memberikan pengaruh terhadap peluang kerja nantinya. Berikut adalah detail 4 bidang peminatan psikologi. 

1. Psikologi Pendidikan

Salah satu bidang peminatan psikologi ini berfokus pada cara memahami pengajaran dan pembelajaran dalam lingkungan pendidikan. Bidang psikologi pendidikan banyak mengandalkan pengukuran dengan metode kuantitatif. Metode tersebut bertujuan untuk meningkatkan aktivitas pendidikan seperti desain pemberian instruksi, manajemen kelas, dan asesmen. 

Tokoh psikologi pendidikan yang cukup terkenal adalah Johann Herbart. Menurutnya, proses belajar atau kemampuan memahami sesuatu itu dipengaruhi oleh cara berpikir seseorang dalam mengaitkan hal baru dengan pengetahuan yang telah dimiliki.

Proses belajar untuk mendapatkan pengetahuan dapat dicapai melalui pendidikan. Tujuan akhir dari pendidikan yaitu perubahan perilaku seseorang menjadi lebih baik. 

Oleh sebab itu, ada banyak peluang kerja bagi peminat psikologi pendidikan, antara lain guru bimbingan konseling, dosen psikologi, research and development (RnD), psikolog sekolah, konsultan, dan psikolog klinis.

Baca Juga

2. Psikologi Kesehatan

Psikologi kesehatan juga disebut dengan psikologi medis atau klinis. Jenis peminatan psikologi ini berfokus pada korelasi antara psikologi, perilaku, dan faktor sosial dapat mempengaruhi kesehatan dan penyakit seseorang.

Misalnya, melakukan penelitian tentang bagaimana mencegah perilaku tidak sehat (merokok dan minum alkohol) dan mencari cara baru untuk mendorong orang dapat berperilaku sehat, seperti olahraga.

Selanjutnya, psikologi kesehatan melihat faktor psikologis yang mempengaruhi pilihan kesehatan seseorang dan memotivasi orang tersebut agar membuat pilihan kesehatan yang lebih baik. Pendekatan yang digunakan dalam psikologi kesehatan dikenal sebagai model biososial. Menurut metode ini, penyakit dan kesehatan merupakan kombinasi antara faktor biologis (sifat kepribadian dan kondisi genetik), faktor psikologis (gaya hidup, karakteristik kepribadian, dan tingkat stres), dan faktor sosial (dukungan sosial, hubungan keluarga, dan kepercayaan budaya).

Sesuai dengan peminatannya, psikolog kesehatan dapat berkiprah di rumah sakit, puskesmas, layanan telekonseling, dan lembaga non profit, seperti NGO, yang menangani masalah kesehatan mental masyarakat.

3. Psikologi Konsumen

Psikologi konsumen merupakan penerapan teori psikologi dalam mempelajari perilaku konsumen (consumer behavior). Hal tersebut bertujuan untuk mengetahui alasan konsumen dalam membuat keputusan yang akan mereka ambil. Mengapa penting? Dengan mengetahui alasan konsumen, kita dapat menggunakannya untuk meningkatkan kualitas produk, layanan dan strategi pemasaran. 

Sebagai titik pusat pemasaran, analisis terhadap perilaku konsumen sangatlah penting dilakukan oleh pebisnis. Di sinilah, peran psikolog dianggap penting. Mereka dapat membaca dinamika yang mencakup tren keinginan dan kebutuhan dari para konsumen. Oleh sebab itu, psikologi konsumen lebih cocok bekerja di industri atau perusahaan yang memiliki produk barang maupun jasa dan sebagai konsultan ekonomi.

4. Psikologi Organisasi Dan Industri

Psikologi organisasi mempelajari perilaku manusia di tempat kerja. Bidang peminatan psikologi ini berfokus pada evaluasi dinamika individu, kelompok, dan organisasi. Penelitian ini digunakan untuk mengidentifikasi solusi untuk masalah yang meningkatkan kesejahteraan dan kinerja organisasi dan karyawannya.

Sebelumnya, terdapat pemisahan antara psikologi industri dan psikologi organisasi. Psikologi industri mengarah kepada seleksi, penilaian kinerja karyawan, pelatihan dan analisa jabatan. Sementara itu, psikologi organisasi mengulas tentang kepemimpinan, motivasi, dan sikap kerja. Namun dalam perkembangannya, dua bidang ini dijadikan satu.

Psikologi industri dan organisasi bertujuan untuk mempelajari interaksi sosial maupun hal yang terjadi pada karyawan di tempat kerja. Juga melihat bagaimana cara organisasi dalam mempengaruhi perilaku individu sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan di lingkungan kerja.

Membahas tentang psikologi memang nggak ada habisnya. Menarik bukan? Ayo kuliah S1 Psikologi di IIK Bhakta saja. Didukung dengan tenaga pendidik profesional dan fasilitas modern, menjadikan lulusan S1 Psikologi IIK Bhakta berkompeten dan siap bekerja. Ayo daftar sekarang juga!  

Punya Pertanyaan? Admin kami siap membantu.

Link: