{"id":308,"date":"2014-07-01T11:03:00","date_gmt":"2014-07-01T11:03:00","guid":{"rendered":"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/?p=308"},"modified":"2020-06-25T07:20:40","modified_gmt":"2020-06-25T07:20:40","slug":"pesona-wisata-timor-leste","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/2014\/07\/01\/pesona-wisata-timor-leste\/","title":{"rendered":"Pesona Wisata Timor Leste"},"content":{"rendered":"\n<p>Timor-leste merupakan negara baru yang secara dejure dan defacto merestorasi kemerdekaannya pada tanggal 20 Mei 2002. Dengan pengakuan dunia Internasional maka telah bertambah jumlah destinasi wisata baru di kawasan Asia Tenggara. Wilayah Timor-leste memiliki luas wilatah 15,410 km2. Meliputi pulau Kambing atau Atauro, Jaco, dan enklave Oecussi-Ambeno di Timor Barat.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image is-resized\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-bng1g89H4Bo\/VTC6g_jgPtI\/AAAAAAAAByQ\/uXdVBWlqliQ\/s1600\/dili%2Btimles.jpg\" alt=\"\" width=\"583\" height=\"440\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Berkunjung ke Timor leste anda akan merasakan pemandangan indah dan eksotik yang dapat dinikmati dengan cuma-cuma tanpa perlu mengeluarkan biaya ekstra, Kini saatnya untuk mengunjungi sebuah Negara yang pernah jadi bagian dari NKRI.<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Biaya Visa on Arrival Timor leste ialah sebesar US$30 yang berlaku selama 30 hari. Dan untuk perpanjangan lebih dari 30 hari dikenakan biaya US$35. jika diantara 30-60 hari dikenakan biaya US $75. Maksimal 90 hari untuk tinggal.<\/li><li>Bila Anda berkunjung ke Timor Leste pada Oktober dan November, anda akan dapat melihat langsung ikan paus humpback atau ikan paus sperma berada di pemukaan lepas pantai. &nbsp;Dan di bulan Oktober juga diadakan festival Ramelau yang hanya dilakukan setahun sekali.<\/li><li>Biaya hidup di timor leste menggunakan dollar Amerika. Saran Jika hendak pergi ke Timor Leste sebaiknya menukar uang terlebih dahulu di Kota masing-masing agar tidak mahal.&nbsp;<\/li><li>Penginapan East Timor-Dili Back Packers di Mandarin 231 Rua de Thomas paling cocok bagi back pakers dan untuk disekitar pantai yang dekat dengan Istana Presiden berkisar $40-$200\/malam untuk satu kamar.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Berkunjung dan liburan ke Timor Leste merupakan salah satu hal yang sangat menarik untuk di explore, selain anda dapat menikmati pemandangan alam yang menakjubkan dan mempesona, anda juga dapat merasakan makanan kota Dili. Kini saatnya anda menikmati waktu liburan dan sejenak menghilangkan stres dengan travelling menuju kepingan emas yang terlepas dari Indonesia, Timor Leste.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>WISATA RELIGI<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Di timor leste umumnya di dominasi oleh wisata religi untuk umat kristiani, meliputi:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Bukit Sri Paus Yohanes Paulus Yohanes II di Tasi Tulo. Selain berziarah, anda juga dapat menikmati indahnya Danau Tasi Tolu.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image is-resized\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-BoUQsjFzvGo\/VTC7LQdq_DI\/AAAAAAAAByc\/s3H5DRsUCxM\/s1600\/bukit%2Bsri%2Bpaus.jpg\" alt=\"\" width=\"576\" height=\"734\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Patung Kristus Raja (Cristo Rei) yang berada di puncak Fatucama, Dili. Patung Kristus Raja di Dili ini merupakan Patung Kristus Tertinggi ke 2 setelah patung Patung Christ Redemeer, Brasil yang menjadi salah satu finalis 7 Keajaiban Dunia. Ketinggian patung ini sekitar 27 meter.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image is-resized\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-_AytovBuVa0\/VTC7N3xHn1I\/AAAAAAAAByk\/cR3yNus9Y8Q\/s1600\/patung%2Bkristus%2Braja.jpg\" alt=\"\" width=\"573\" height=\"808\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Berkunjung ke Ramelau, di puncak gunung Ramelau anda akan disuguhkan pemandangan yang menakjubkan dan dapat melihat secara dekat patung bunda maria.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image is-resized\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-RkMEcnj-dbY\/VTC7QRP_1gI\/AAAAAAAABys\/TMKLi9XW7FY\/s1600\/ramelau.jpg\" alt=\"\" width=\"571\" height=\"428\"\/><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>WISATA BAHARI<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Obyek wisata ekowisata bahari yang bisa dikunjungi dan menjadi pengalaman menyelam dan diving, diantaranya:<\/p>\n\n\n\n<p>Diving di Pulau Atauro, tak kalah menariknya. Berjarak 20 kilometer dari pelabuhan Dili. Bila Anda berkunjung ke Timor Leste pada Oktober dan November, ikan paus humpback atau ikan paus sperma akan ada di pemukaan lepas pantai. Banyak tempat menarik lainnya yang dapat Anda manfaatkan untuk menyelam.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image is-resized\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-qQeK5ioUi7o\/VTC73F0yG5I\/AAAAAAAABy0\/clUaBrEYudo\/s1600\/atauro.jpg\" alt=\"\" width=\"577\" height=\"381\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Pantai dekat wilayah Tibar, anda dapat yang spektakuler dengan melihat rupa ikan hiu kecil dan tuna secara langsung, atau penyu, ikan mackerel serta barakuda, semuanya dapat Anda lakukan ketika menyelam di sepanjang bukit yang terendam.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image is-resized\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-9GcxbAnPb-Y\/VTC76Y79PyI\/AAAAAAAABy8\/sfWhfY1M4Es\/s1600\/pantai%2Btibar.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"666\"\/><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>WISATA KULINER<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Selain tempat-tempat wisatanya, yang patut dicoba adalah makanan kuliner di Timor Leste.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image is-resized\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-8IYGDh70938\/VTC78_GS-QI\/AAAAAAAABzE\/Ng6ieWBDjXg\/s1600\/bataar%2Bdaan.jpg\" alt=\"\" width=\"241\" height=\"339\"\/><\/figure>\n\n\n\n<ul><li>Batar daan merupakan makanan khas timor leste yang terbuat dari bubur jagung dengan campuran daging sapi, kacang tanah, sayur mayur, belimbing yang kadang dapat anda jumpai di Kampung Alor.&nbsp;<\/li><li>Makanan portugis yang masih kuat bertahan di kota Dili, salah satunya &nbsp;flag carrier-nya adalah Restaurante Vasco da Gama &#8211; yang terbesar di Dili. Sajiannya autentik Portugis, seperti: gazpacho andaluz (sop dingin dari sayur di-blender), bacalhau a carmelita (ikan kod dimasak casserole dengan tomat, bawang bombay, dan gandum), atau lulas recheadas (cumi diisi bubur ubi jalar), dan lain-lain.&nbsp;<\/li><li>Makanan internasional di Dili diwakili oleh India (a.l.Trivandrum), Thai (Sawasdee, Little Pattaya), Jepang (Gion, Wasabi), internasional (Keci Keca, Caf\u00e9 Brasil, Roo Bar, One More Bar, Tropicana Villa Verde), dan lain-lain. Tidak ada KFC, McDonald\u2019s, maupun Pizza Hut, tetapi ada Eastern Burger dan Chae\u2019s Pizza yang lumayan. Ada juga beberapa masakan Tionghoa (Audian Steamboat and Seafood).<\/li><\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Timor-leste merupakan negara baru yang secara dejure dan defacto merestorasi kemerdekaannya pada tanggal 20 Mei 2002. Dengan pengakuan dunia Internasional maka telah bertambah jumlah destinasi wisata baru di kawasan Asia Tenggara. Wilayah Timor-leste memiliki luas wilatah 15,410 km2. Meliputi pulau Kambing atau Atauro, Jaco, dan enklave Oecussi-Ambeno di Timor Barat. Berkunjung ke Timor leste anda&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":310,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[68,49],"tags":[],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.6.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pesona Wisata Timor Leste - Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2014\/07\/01\/pesona-wisata-timor-leste\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pesona Wisata Timor Leste - Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Timor-leste merupakan negara baru yang secara dejure dan defacto merestorasi kemerdekaannya pada tanggal 20 Mei 2002. Dengan pengakuan dunia Internasional maka telah bertambah jumlah destinasi wisata baru di kawasan Asia Tenggara. Wilayah Timor-leste memiliki luas wilatah 15,410 km2. Meliputi pulau Kambing atau Atauro, Jaco, dan enklave Oecussi-Ambeno di Timor Barat. Berkunjung ke Timor leste anda...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2014\/07\/01\/pesona-wisata-timor-leste\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2014-07-01T11:03:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2020-06-25T07:20:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/Capture.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1362\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"744\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2014\/07\/01\/pesona-wisata-timor-leste\/\",\"url\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2014\/07\/01\/pesona-wisata-timor-leste\/\",\"name\":\"Pesona Wisata Timor Leste - Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/#website\"},\"datePublished\":\"2014-07-01T11:03:00+00:00\",\"dateModified\":\"2020-06-25T07:20:40+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2014\/07\/01\/pesona-wisata-timor-leste\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2014\/07\/01\/pesona-wisata-timor-leste\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2014\/07\/01\/pesona-wisata-timor-leste\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Pesona Wisata Timor Leste\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/\",\"name\":\"Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"\",\"url\":\"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/author\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pesona Wisata Timor Leste - Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2014\/07\/01\/pesona-wisata-timor-leste\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pesona Wisata Timor Leste - Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata","og_description":"Timor-leste merupakan negara baru yang secara dejure dan defacto merestorasi kemerdekaannya pada tanggal 20 Mei 2002. Dengan pengakuan dunia Internasional maka telah bertambah jumlah destinasi wisata baru di kawasan Asia Tenggara. Wilayah Timor-leste memiliki luas wilatah 15,410 km2. Meliputi pulau Kambing atau Atauro, Jaco, dan enklave Oecussi-Ambeno di Timor Barat. Berkunjung ke Timor leste anda...","og_url":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2014\/07\/01\/pesona-wisata-timor-leste\/","og_site_name":"Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata","article_published_time":"2014-07-01T11:03:00+00:00","article_modified_time":"2020-06-25T07:20:40+00:00","og_image":[{"width":1362,"height":744,"url":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/Capture.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2014\/07\/01\/pesona-wisata-timor-leste\/","url":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2014\/07\/01\/pesona-wisata-timor-leste\/","name":"Pesona Wisata Timor Leste - Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata","isPartOf":{"@id":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2014-07-01T11:03:00+00:00","dateModified":"2020-06-25T07:20:40+00:00","author":{"@id":""},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2014\/07\/01\/pesona-wisata-timor-leste\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2014\/07\/01\/pesona-wisata-timor-leste\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2014\/07\/01\/pesona-wisata-timor-leste\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Pesona Wisata Timor Leste"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/","name":"Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"","url":"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/author\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/308"}],"collection":[{"href":"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=308"}],"version-history":[{"count":2,"href":"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/308\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":322,"href":"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/308\/revisions\/322"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/310"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=308"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=308"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=308"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}