{"id":520,"date":"2022-09-21T07:22:36","date_gmt":"2022-09-21T07:22:36","guid":{"rendered":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/?p=520"},"modified":"2022-09-21T09:26:10","modified_gmt":"2022-09-21T09:26:10","slug":"perbedaan-nutrisionis-dan-dietisien-lulusan-sarjana-ilmu-gizi","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/2022\/09\/21\/perbedaan-nutrisionis-dan-dietisien-lulusan-sarjana-ilmu-gizi\/","title":{"rendered":"Beda Nutrisionis dan Dietisien, Lulusan Sarjana Ilmu Gizi"},"content":{"rendered":"\n<p>Ilmu gizi erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Sebab, ilmu gizi mempelajari tentang hubungan asupan makanan dengan kesehatan, mulai pola makan sehat, gaya hidup, hingga cara memproses makanan yang baik. Korelasi kuat dengan kehidupan sehari-hari inilah yang membuat prodi sarjana ilmu gizi menarik banyak peminat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, lulusan sarjana ilmu gizi memiliki prospek kerja yang menjanjikan. Ada banyak bidang pekerjaan yang dapat ditekuni dari lulusan sarjana ilmu gizi. Dua profesi ahli gizi yang menarik perhatian adalah nutrisionis dan dietisien. Apa perbedaan dua jenis profesi ilmu gizi ini? Yuk simak ulasan berikut ini.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Nutrisionis Dari Sarjana Ilmu Gizi<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Apa peran nutrisionis? Tenaga spesialis yang menyediakan informasi tentang gizi, masalah kesehatan, dan pola makan sehat. Mereka melakukan konseling, penyuluhan, dan asuhan gizi untuk masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam memberikan pelayanan gizi, seorang nutrisionis dapat menjalankan praktik secara mandiri maupun bekerja untuk badan publik, seperti puskesmas, klinik, dan rumah sakit. Beberapa nutrisionis juga dapat menjadi konsultan gizi dalam sebuah organisasi atau komunitas.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk menjadi nutrisionis, seseorang harus menyelesaikan studi <a href=\"https:\/\/iik.ac.id\/web.php?judul=s1_gizi_iik_bw&amp;r=prodi_iik_bw&amp;sp=s1gizi\">prodi ilmu gizi<\/a> dan mendapatkan gelar Sarjana Ilmu Gizi (S.Gz) maupun Magister Gizi (M.Gz). Nutrisionis lulus perguruan tinggi umumnya bekerja untuk produsen makanan, bisnis ritel, dan promosi kesehatan masyarakat yang didukung oleh badan pemerintah maupun lembaga swasta. Ada juga nutrisionis yang terjun ke dalam bidang akademis, seperti mendalami penelitian.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Baca Juga :<\/h4>\n\n\n\n<ul><li><a href=\"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/lulusan-psikologi-kesehatan-bolehkah-meresepkan-obat\/\">Lulusan Psikologi Kesehatan, Bolehkah Meresepkan Obat?<\/a><\/li><li><a href=\"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/ini-8-mitos-versus-fakta-tentang-kesehatan-gigi-dan-mulut\/\">Ini 8 Mitos Versus Fakta Tentang Kesehatan Gigi Dan Mulut<\/a><\/li><\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Lulusan Ilmu Gizi Berpeluang Menjadi Dietisien<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Masih banyak orang konsultasi ke nutrisionis untuk menentukan pola makan dan jenis makanan yang tepat dalam program diet atau menurunkan berat badan. Tidak salah, hanya saja hal tersebut kurang tepat. Sebab, ada profesi dietisien, yaitu ahli gizi spesialis program diet atau dikenal dengan ahli diet.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dietisien bukanlah seorang dokter, melainkan ahli gizi yang telah melalui penyetaraan formal dan memiliki sertifikasi RD (Registered Dietitian). Adanya sertifikasi inilah yang membedakan dengan profesi nutrisionis.<\/p>\n\n\n\n<p>Selanjutnya, dietisien bertugas memberikan terapi nutrisi medis melalui beberapa tahapan, berikut ini.<\/p>\n\n\n\n<ol><li>Konsultasi tentang kebiasaan makan dan diet<\/li><li>Memberikan solusi untuk kesehatan, seperti berolahraga dan memperbanyak minum air putih.<\/li><li>Membuat rencana nutrisi pribadi<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Dietisien memiliki kompetensi untuk menangani semua penyakit yang berhubungan dengan berat badan pasien. Beberapa penyakit yang dapat ditangani oleh dietisien, antara lain obesitas, prediabetes, kanker, HIV\/AIDS, hipertensi, malnutrisi, dan dislipidemia.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak hanya itu saja, ahli diet juga menangani nutrisi pasien yang baru menjalani operasi karena masalah ginjal. Biasanya pasien pasca operasi ini memiliki banyak pantangan makanan sehingga perlu mendapatkan perawatan individual untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Apakah kalian tertarik menjadi seorang nutrisionis atau dietisien? Yuk wujudkan mimpimu dengan kuliah ilmu gizi di IIK Bhakti Wiyata. Kampus kesehatan terbaik di Kediri ini berkomitmen melahirkan tenaga gizi yang andal dalam penelitian dan pengabdian masyarakat. Segera <a href=\"https:\/\/iik.ac.id\/web.php?judul=tata_cara_daftar_iik_bhaktiwiyata&amp;r=pendaftaran&amp;sp=tatacaradaftar\">daftarkan dirimu sekarang<\/a> juga!<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilmu gizi erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Sebab, ilmu gizi mempelajari tentang hubungan asupan makanan dengan kesehatan, mulai pola makan sehat, gaya hidup, hingga cara memproses makanan yang baik. Korelasi kuat dengan kehidupan sehari-hari inilah yang membuat prodi sarjana ilmu gizi menarik banyak peminat.&nbsp; Selain itu, lulusan sarjana ilmu gizi memiliki prospek kerja yang menjanjikan&#8230;.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":521,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[36],"tags":[380,376,372,375,381,373,377,374,383,382,379,378],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.6.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Beda Nutrisionis dan Dietisien, Lulusan Sarjana Ilmu Gizi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sarjana ilmu gizi memiliki prospek kerja yang menjanjikan. Dua profesi ahli gizi yang menarik perhatian adalah nutrisionis dan dietisien.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2022\/09\/21\/perbedaan-nutrisionis-dan-dietisien-lulusan-sarjana-ilmu-gizi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Beda Nutrisionis dan Dietisien, Lulusan Sarjana Ilmu Gizi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sarjana ilmu gizi memiliki prospek kerja yang menjanjikan. Dua profesi ahli gizi yang menarik perhatian adalah nutrisionis dan dietisien.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2022\/09\/21\/perbedaan-nutrisionis-dan-dietisien-lulusan-sarjana-ilmu-gizi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-09-21T07:22:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-09-21T09:26:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/ahli-gizi.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1380\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2022\/09\/21\/perbedaan-nutrisionis-dan-dietisien-lulusan-sarjana-ilmu-gizi\/\",\"url\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2022\/09\/21\/perbedaan-nutrisionis-dan-dietisien-lulusan-sarjana-ilmu-gizi\/\",\"name\":\"Beda Nutrisionis dan Dietisien, Lulusan Sarjana Ilmu Gizi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/#website\"},\"datePublished\":\"2022-09-21T07:22:36+00:00\",\"dateModified\":\"2022-09-21T09:26:10+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"\"},\"description\":\"Sarjana ilmu gizi memiliki prospek kerja yang menjanjikan. Dua profesi ahli gizi yang menarik perhatian adalah nutrisionis dan dietisien.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2022\/09\/21\/perbedaan-nutrisionis-dan-dietisien-lulusan-sarjana-ilmu-gizi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2022\/09\/21\/perbedaan-nutrisionis-dan-dietisien-lulusan-sarjana-ilmu-gizi\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2022\/09\/21\/perbedaan-nutrisionis-dan-dietisien-lulusan-sarjana-ilmu-gizi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beda Nutrisionis dan Dietisien, Lulusan Sarjana Ilmu Gizi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/\",\"name\":\"Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"\",\"url\":\"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/author\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Beda Nutrisionis dan Dietisien, Lulusan Sarjana Ilmu Gizi","description":"Sarjana ilmu gizi memiliki prospek kerja yang menjanjikan. Dua profesi ahli gizi yang menarik perhatian adalah nutrisionis dan dietisien.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2022\/09\/21\/perbedaan-nutrisionis-dan-dietisien-lulusan-sarjana-ilmu-gizi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Beda Nutrisionis dan Dietisien, Lulusan Sarjana Ilmu Gizi","og_description":"Sarjana ilmu gizi memiliki prospek kerja yang menjanjikan. Dua profesi ahli gizi yang menarik perhatian adalah nutrisionis dan dietisien.","og_url":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2022\/09\/21\/perbedaan-nutrisionis-dan-dietisien-lulusan-sarjana-ilmu-gizi\/","og_site_name":"Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata","article_published_time":"2022-09-21T07:22:36+00:00","article_modified_time":"2022-09-21T09:26:10+00:00","og_image":[{"width":1380,"height":920,"url":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/ahli-gizi.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2022\/09\/21\/perbedaan-nutrisionis-dan-dietisien-lulusan-sarjana-ilmu-gizi\/","url":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2022\/09\/21\/perbedaan-nutrisionis-dan-dietisien-lulusan-sarjana-ilmu-gizi\/","name":"Beda Nutrisionis dan Dietisien, Lulusan Sarjana Ilmu Gizi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2022-09-21T07:22:36+00:00","dateModified":"2022-09-21T09:26:10+00:00","author":{"@id":""},"description":"Sarjana ilmu gizi memiliki prospek kerja yang menjanjikan. Dua profesi ahli gizi yang menarik perhatian adalah nutrisionis dan dietisien.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2022\/09\/21\/perbedaan-nutrisionis-dan-dietisien-lulusan-sarjana-ilmu-gizi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2022\/09\/21\/perbedaan-nutrisionis-dan-dietisien-lulusan-sarjana-ilmu-gizi\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2022\/09\/21\/perbedaan-nutrisionis-dan-dietisien-lulusan-sarjana-ilmu-gizi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beda Nutrisionis dan Dietisien, Lulusan Sarjana Ilmu Gizi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/","name":"Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"","url":"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/author\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/520"}],"collection":[{"href":"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=520"}],"version-history":[{"count":3,"href":"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/520\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":524,"href":"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/520\/revisions\/524"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/521"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=520"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=520"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=520"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}