{"id":807,"date":"2023-01-10T06:51:11","date_gmt":"2023-01-10T06:51:11","guid":{"rendered":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/?p=807"},"modified":"2023-01-11T07:56:47","modified_gmt":"2023-01-11T07:56:47","slug":"2-tahap-pendidikan-dokter-gigi-akademik-dan-profesi","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/2023\/01\/10\/2-tahap-pendidikan-dokter-gigi-akademik-dan-profesi\/","title":{"rendered":"2 Tahap Pendidikan Dokter Gigi, Akademik dan Profesi"},"content":{"rendered":"\n<p>Dokter gigi menjadi salah satu profesi idaman banyak orang. Apakah kalian salah satunya? Jika iya, kalian wajib mengetahui tahapan pendidikan dokter gigi, mulai akademik hingga profesi. Total dibutuhkan waktu kuliah 6 tahun, terbagi menjadi 4 tahun S1 Kedokteran Gigi dan 2 tahun Profesi Dokter Gigi.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain materi, kalian juga diwajibkan praktik langsung di rumah sakit dan klinik. Berikut ini adalah ulasan detail perjalanan menjadi dokter gigi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tahap Akademik Pendidikan Dokter Gigi<\/h2>\n\n\n\n<p>Pendidikan Sarjana Kedokteran Gigi menjadi tahap pertama yang harus kalian lalui saat ingin menjadi dokter gigi. Jenjang pendidikan ini membutuhkan waktu kuliah 4 tahun atau 8 semester. Bisa juga diselesaikan lebih cepat, 3.5 tahun atau 7 semester.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Mahasiswa Kedokteran Gigi menyebut jenjang <a href=\"https:\/\/www.iik.ac.id\/web.php?judul=s1_kedokteran_gigi_iik_bw&amp;r=prodi_iik_bw&amp;sp=s1doktergigi\">S1 Kedokteran Gigi<\/a> sebagai masa preklinik. Pada masa ini, mahasiswa akan mendapatkan banyak materi, mulai ilmu kedokteran dasar, farmakologi, biomaterial, kedokteran gigi klinik, ortodonsia, prostodonsia, bedah mulut, dan lainnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Di IIK Bhakta, mahasiswa S1 Kedokteran Gigi mendapatkan mata kuliah Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT). Ini menjadi <em>privilege <\/em>yang dimiliki oleh mahasiswa S1 Kedokteran Gigi IIK Bhakta karena tidak banyak perguruan tinggi lain yang menyediakan mata kuliah PTT.<\/p>\n\n\n\n<p>Metode belajar pada saat preklinik berupa kuliah umum, problem based learning, case based learning, skill\u2019s lab, dan praktikum. Setelah lulus jenjang akademik ini, kalian akan mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran Gigi (S.Kg). Dengan gelar ini, kalian dapat melanjutkan ke jenjang profesi dokter gigi.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Baca Juga<\/h4>\n\n\n\n<ul><li><a href=\"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/peluang-kerja-jurusan-farmasi-gaji-7-juta-per-bulan\/\">Peluang Kerja Jurusan Farmasi, Gaji 7 Juta Per Bulan<\/a><\/li><li><a href=\"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/kompetensi-ahli-madya-perekam-informasi-kesehatan\/\">Kompetensi Ahli Madya Perekam Informasi Kesehatan<\/a><\/li><\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tahap Profesi<\/h2>\n\n\n\n<p>Tak cukup hanya menyelesaikan jenjang akademik, kalian harus mengenyam Pendidikan Profesi Dokter Gigi selama 1.5-2 tahun atau 4 semester. Kalau <a href=\"https:\/\/www.iik.ac.id\/web.php?judul=s1_kedokteran_gigi_iik_bw&amp;r=prodi_iik_bw&amp;sp=s1doktergigi\">S1 Kedokteran Gigi<\/a> disebut preklinik, maka jenjang Profesi Dokter Gigi juga memiliki sebutan lain, yaitu koas atau co-ass (co-assistant). Istilah kerennya masa dokter muda. Ada juga yang menyebutkan masa klinik.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Pada jenjang profesi ini, mahasiswa mengaplikasikan teori yang didapatkan selama akademik dalam praktik langsung di rumah sakit atau klinik gigi. Pada tahap ini, kalian juga akan menempuh serangkaian ujian, mulai ujian jurusan, fakultas, hingga ujian nasional.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Banyak faktor yang menjadikan masa klinik lebih lama, seperti sulitnya mencari pasien yang sesuai dengan requirement klinik, skill\/kemampuan tiap mahasiswa yang berbeda. Semua materi dan requirement saat klinik telah diatur oleh Standar Pendidikan Profesi Dokter Gigi yang dikeluarkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Apabila lulus dari jenjang profesi pendidikan dokter gigi ini, kalian resmi menyandang gelar dokter gigi umum (drg). Gelar itu dapat dituliskan pada awal nama. Misalnya, drg Santi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kuliah Dokter Gigi di IIK Bhakta<\/h2>\n\n\n\n<p>IIK Bhakta menjadi salah satu kampus yang memiliki Pendidikan Profesi Dokter Gigi. Kampus Kesehatan Terbaik di Kediri ini telah bekerjasama dengan instansi kesehatan terkait sehingga dapat menjamin mahasiswa mendapatkan pendidikan unggul.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah mendapatkan gelar drg, sebenarnya mereka belum bisa bernafas lega. Dokter gigi umum tersebut belum bisa langsung melaksanakan praktik. Mereka harus mengikuti Ujian Kompetensi Dokter Gigi Indonesia (UKDGI). Ujian ini wajib diikuti oleh seluruh dokter gigi di Indonesia sebagai standarisasi bahwa semua dokter gigi memiliki kompetensi minimal yang sama. Jika dinyatakan lulus UKDGI, barulah dokter gigi diperbolehkan mengurus Surat Tanda Registrasi (STR) sebagai tanda dokter gigi sudah legal untuk melakukan praktik.&nbsp;&nbsp;Bagaimana kalau belum lulus? Kalian dapat mengulangi UKDGI pada 3 bulan selanjutnya. Dalam setahun, UKDGI diselenggarakan sebanyak 4 kali.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><em>Tertarik menjadi dokter gigi? Pastikan pilihan kampusmu pada IIK Bhakti Wiyata. Kampus peraih peringkat ke-69 nasional versi UI GreenMetric World University Rankings ini siap mengantarmu menjadi dokter gigi profesional mulai jenjang <a href=\"https:\/\/www.iik.ac.id\/web.php?judul=s1_kedokteran_gigi_iik_bw&amp;r=prodi_iik_bw&amp;sp=s1doktergigi\">S1 Kedokteran Gigi<\/a> hingga Pendidikan Profesi Dokter Gigi. Ayo <a href=\"https:\/\/www.iik.ac.id\/web.php?judul=tata_cara_daftar_iik_bhaktiwiyata&amp;r=pendaftaran&amp;sp=tatacaradaftar\">daftar sekarang<\/a> juga!<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dokter gigi menjadi salah satu profesi idaman banyak orang. Apakah kalian salah satunya? Jika iya, kalian wajib mengetahui tahapan pendidikan dokter gigi, mulai akademik hingga profesi. Total dibutuhkan waktu kuliah 6 tahun, terbagi menjadi 4 tahun S1 Kedokteran Gigi dan 2 tahun Profesi Dokter Gigi. Selain materi, kalian juga diwajibkan praktik langsung di rumah sakit&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":808,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[36],"tags":[480,477,486,476,478,490,487,481,475,488,489,482,483,474,479,484,485],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.6.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>2 Tahap Pendidikan Dokter Gigi, Akademik dan Profesi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Punya cita-cita menjadi dokter gigi? Kalian wajib mengetahui tahapan pendidikan dokter gigi, mulai akademik hingga profesi.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2023\/01\/10\/2-tahap-pendidikan-dokter-gigi-akademik-dan-profesi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"2 Tahap Pendidikan Dokter Gigi, Akademik dan Profesi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Punya cita-cita menjadi dokter gigi? Kalian wajib mengetahui tahapan pendidikan dokter gigi, mulai akademik hingga profesi.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2023\/01\/10\/2-tahap-pendidikan-dokter-gigi-akademik-dan-profesi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-01-10T06:51:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-01-11T07:56:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/dokter-gigi3.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"683\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2023\/01\/10\/2-tahap-pendidikan-dokter-gigi-akademik-dan-profesi\/\",\"url\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2023\/01\/10\/2-tahap-pendidikan-dokter-gigi-akademik-dan-profesi\/\",\"name\":\"2 Tahap Pendidikan Dokter Gigi, Akademik dan Profesi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-01-10T06:51:11+00:00\",\"dateModified\":\"2023-01-11T07:56:47+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"\"},\"description\":\"Punya cita-cita menjadi dokter gigi? Kalian wajib mengetahui tahapan pendidikan dokter gigi, mulai akademik hingga profesi.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2023\/01\/10\/2-tahap-pendidikan-dokter-gigi-akademik-dan-profesi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2023\/01\/10\/2-tahap-pendidikan-dokter-gigi-akademik-dan-profesi\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2023\/01\/10\/2-tahap-pendidikan-dokter-gigi-akademik-dan-profesi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"2 Tahap Pendidikan Dokter Gigi, Akademik dan Profesi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/\",\"name\":\"Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"\",\"url\":\"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/author\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"2 Tahap Pendidikan Dokter Gigi, Akademik dan Profesi","description":"Punya cita-cita menjadi dokter gigi? Kalian wajib mengetahui tahapan pendidikan dokter gigi, mulai akademik hingga profesi.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2023\/01\/10\/2-tahap-pendidikan-dokter-gigi-akademik-dan-profesi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"2 Tahap Pendidikan Dokter Gigi, Akademik dan Profesi","og_description":"Punya cita-cita menjadi dokter gigi? Kalian wajib mengetahui tahapan pendidikan dokter gigi, mulai akademik hingga profesi.","og_url":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2023\/01\/10\/2-tahap-pendidikan-dokter-gigi-akademik-dan-profesi\/","og_site_name":"Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata","article_published_time":"2023-01-10T06:51:11+00:00","article_modified_time":"2023-01-11T07:56:47+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":683,"url":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/dokter-gigi3.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2023\/01\/10\/2-tahap-pendidikan-dokter-gigi-akademik-dan-profesi\/","url":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2023\/01\/10\/2-tahap-pendidikan-dokter-gigi-akademik-dan-profesi\/","name":"2 Tahap Pendidikan Dokter Gigi, Akademik dan Profesi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2023-01-10T06:51:11+00:00","dateModified":"2023-01-11T07:56:47+00:00","author":{"@id":""},"description":"Punya cita-cita menjadi dokter gigi? Kalian wajib mengetahui tahapan pendidikan dokter gigi, mulai akademik hingga profesi.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2023\/01\/10\/2-tahap-pendidikan-dokter-gigi-akademik-dan-profesi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2023\/01\/10\/2-tahap-pendidikan-dokter-gigi-akademik-dan-profesi\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2023\/01\/10\/2-tahap-pendidikan-dokter-gigi-akademik-dan-profesi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"2 Tahap Pendidikan Dokter Gigi, Akademik dan Profesi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/","name":"Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"","url":"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/author\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/807"}],"collection":[{"href":"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=807"}],"version-history":[{"count":4,"href":"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/807\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":819,"href":"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/807\/revisions\/819"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/808"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=807"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=807"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=807"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}