Perhatikan Penggunaan Antibiotik

Amoxicilin adalah nama obat yang tak asing di telinga masyarakat Indonesia. Amoxicilin merupakan antibiotik golongan penisilin yang paling sering digunakan. Penggunaan Amoxicilin di Indonesia mencapai 71%. Beberapa nama dagang/paten dari antibiotika ini ialah Penmox, Intermoxyl, Ospamox, Amoxsan, Hufanoxyl, dan Yusimox. Obat ini tersedia di pasaran dalam bentuk Kapsul : 250 dan 500 mg. Tablet : 500 mg. Sirup kering : 125mg/5ml dan 250mg/5ml. Vial untuk injeksi : 1000mg dan 500mg.

Amoxicilin merupakan antibiotik yang berfungsi untuk membunuh bakteri dalam tubuh. Pada dasarnya, Amoxicilin tidak membunuh bakteri secara langsung. Mekanisme kerja Amoxicilin ialah mencegah pertumbuhan bakteri dengan merusak lapisan tubuh sel bakteri. Lapisan tersebut berfungsi untuk melindungi tubuh bakteri dan mencegah agar tubuh bakteri tidak hancur. Jika lapisan tersebut dihancurkan maka bakteri akan mati.

Mekanisme cara kerja Amoxicilin sangat cocok untuk penyembuhan penyakit yang diakibatkan oleh bakteri/kuman. Amoxicilin sangat ampuh untuk membunuh beberapa bakteri seperti H. influenzae, N. gonorrhoea, E. coli, Pneumococci, Streptococci, dan beberapa strain dari Staphylococci. Penyakit yang dapat disembuhkan oleh Amoxicilin adalah infeksi pada telinga tengah, radang tonsil, radang tenggorokan, radang pada laring, bronchitis, pneumonia, infeksi saluran kemih, dan infeksi pada kulit. Amoxicillin juga bisa digunakan untuk mengobati gonorrhea.

Amoxicilin tergolong sebagai obat keras. Amoxicilin sebagai antibiotik digunakan untuk membunuh bakteri dan mikroorganisme berbahaya dalam tubuh. Oleh karena itulah penggunaan Amoxicilin harus sesuai dengan resep dokter. Penggunaan Amoxicilin untuk penyakit tertentu berlangsung hingga 5-7 hari. Konsumsi tersebut harus teratur dan sesuai dengan ketentuan yang diberikan dokter. Meskipun gejala penyakit berkurang atau hilang pada hari ketiga, pasien harus tetap mengonsumsi Amoxicilin sesuai dengan anjuran dokter. Jika tidak, maka bakteri tidak akan mati sepenuhnya dan hal tersebut membuat bakteri lebih kebal dari sebelumnya. Maka berhati-hatilah dalam mengonsumsi Amoxicilin.

Untuk menjaga khasiat Amoxicilin, maka penyimpanannya harus diperhatikan. Amoxicilin harus :

  1. Disimpan dalam suhu 20 – 25 derajat celcius
  2. Tidak boleh disimpan lebih dari 14 hari

Efek samping yang ditimbulkan dari konsumsi Amoxicilin berupa :

1. Alergi

Amoxicilin dapat menyebabkan alergi berupa gatal, ruam merah, dan pembengkakan. Pembengkakan biasanya terjadi di  leher, hidung, tenggorokan, atau mulut, sehingga dapat mengganggu kemampuan Anda dalam bernapas. Dalam keadaan kronis, alergi menyebabkan tekanan darah menurun drastis.

2. Gangguan Pencernaan

Diare, muntah, mual dan sakit perut merupakan efek samping dari Amoxicilin. Hal tersebut dikarenakan bakteri baik dalam pencernaan terbunuh oleh Amoxicilin sehingga mengganggu keseimbangan dalam usus.

3. Kerusakan Hati dan Ginjal

Penggunaan Amoxicilin dengan dosis tinggi akan menyebabkan kerusakan pada hati dan ginjal. Biasanya hal tersebut terjadi pada pasien penderita pielonefritis, glomerulonefritis dan hepatitis. Gejala yang tampak seperti penyakit kuning, demam, dan perubahan warna feses serta urin yang lebih gelap.

By IIK Bhakti Wiyata

Developing Health Experts

Leave a Reply

Your email address will not be published.