{"id":1264,"date":"2023-06-19T03:08:11","date_gmt":"2023-06-19T03:08:11","guid":{"rendered":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/?p=1264"},"modified":"2023-06-19T03:32:17","modified_gmt":"2023-06-19T03:32:17","slug":"10-makanan-glycemic-index-rendah-untuk-penderita-diabetes","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2023\/06\/19\/10-makanan-glycemic-index-rendah-untuk-penderita-diabetes\/","title":{"rendered":"10 Makanan Glycemic Index Rendah Untuk Penderita Diabetes"},"content":{"rendered":"\n<p>Glycemic Index (GI) adalah skala yang digunakan untuk mengukur seberapa cepat makanan dapat meningkatkan kadar gula darah setelah dikonsumsi. Makanan dengan indeks glikemik rendah dapat membantu menjaga energi yang tahan lama.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Terutama bagi pasien diabetes, wajib memilih makanan dengan Indeks Glikemik (IG) rendah, yaitu kurang dari 55. Makanan yang cepat menaikkan kadar gula itu akan membuat pankreas bekerja keras menghasilkan insulin setelah makan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"2048\" height=\"1152\" data-id=\"1265\"  src=\"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/glycemic-rendah.jpeg\" alt=\"10 Makanan Glycemic Index Rendah Untuk Penderita Diabetes\" class=\"wp-image-1265\" srcset=\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/glycemic-rendah.jpeg 2048w, https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/glycemic-rendah-300x169.jpeg 300w, https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/glycemic-rendah-1024x576.jpeg 1024w, https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/glycemic-rendah-768x432.jpeg 768w, https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/glycemic-rendah-1536x864.jpeg 1536w\" sizes=\"(max-width: 2048px) 100vw, 2048px\" \/><\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\n<p>Berikut adalah 10 makanan dengan glycemic index rendah yang sehat dan lezat sehingga kamu dapat mempertimbangkan untuk memasukkan ke dalam pola makan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">1. Kacang-Kacangan<\/h2>\n\n\n\n<p>Seperti almond, kacang mente, dan kacang tanah memiliki indeks glycemic yang rendah. Makanan-makanan itu kaya akan serat, protein, dan lemak sehat yang dapat membantu menjaga gula darah tetap stabil.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">2. Buah-Buahan Segar<\/h2>\n\n\n\n<p>Buah-buahan dengan glycemic index rendah antara lain apel, pir, stroberi, dan ceri. Jenis buah itu mengandung serat alami dan nutrisi penting untuk kesehatan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">3. Sayuran Hijau<\/h2>\n\n\n\n<p>Misalnya, bayam, brokoli, dan kale juga memiliki indeks glycemic yang rendah. Tak hanya rendah kalori, jenis makanan tersebut juga kaya akan serat, vitamin, dan mineral.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Baca Juga<\/h4>\n\n\n\n<ul><li><a href=\"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/ini-beberapa-alasan-kuliah-keperawatan-yang-wajib-diketahui\/\">Ini Beberapa Alasan Kuliah Keperawatan Yang Wajib Diketahui<\/a><\/li><li><a href=\"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/6-fokus-jurusan-psikologi-yang-ada-di-indonesia\/\">6 Fokus Jurusan Psikologi Yang Ada Di Indonesia<\/a><\/li><\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">4. Gandum Utuh<\/h2>\n\n\n\n<p>Yang dimaksud adalah beras merah, gandum, dan quinoa. Beberapa jenis makanan tersebut merupakan sumber karbohidrat yang baik dengan glycemic index yang rendah. Juga kaya serat dan nutrisi, serta memberikan energi yang dapat bertahan lama.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">5. Yogurt Rendah Lemak<\/h2>\n\n\n\n<p>Yaitu sumber protein yang baik dengan glycemic index yang rendah. Pilihlah yogurt tanpa tambahan gula untuk mendapatkan manfaat yang maksimal.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">6. Telur<\/h2>\n\n\n\n<p>Adalah sumber protein berkualitas tinggi dengan indeks glycemic yang rendah. Telur juga mengandung vitamin dan mineral penting yang dibutuhkan oleh tubuh.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">7. Ikan<\/h2>\n\n\n\n<p>Seperti salmon, salden, dan trout mengandung protein tinggi dan lemak sehat. Jenis ikan ini tidak mengandung karbohidrat dan memiliki glycemic index yang rendah.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">8. Alpukat<\/h2>\n\n\n\n<p>Alpukat mengandung lemak sehat, serat, dan vitamin E. Selain itu, buah berwarna hijau ini juga memiliki glycemic index rendah dan dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">9. Biji-Bijian<\/h2>\n\n\n\n<p>Contohnya adalah biji rami, biji chia, dan biji bunga matahari kaya serat dan memiliki glycemic index rendah. Biji-bijian ini mengandung lemak sehat dan nutrisi penting lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">10. Keju<\/h2>\n\n\n\n<p>Keju rendah lemak atau rendah garam seperti mozzarella, feta, dan cottage cheese adalah sumber protein dengan glycemic index yang rendah. Selain itu, jenis keju ini mengandung kalsium dan vitamin D.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam memilih makanan dengan glycemic index rendah, penting untuk memperhatikan porsi dan metode memasaknya. Mengonsumsi makanan ini dengan porsi tepat dan memasaknya dengan cara yang sehat seperti merebus, memanggang, atau mengukus, dapat membantu dalam mempertahankan nilai glikemik yang rendah.<\/p>\n\n\n\n<p>Selanjutnya, menggabungkan makanan dengan glycemic rendah ke dalam pola makan sehari-hari dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, mencegah lonjakan gula darah yang tiba-tiba terjadi, dan mendukung kesehatan secara keseluruhan. Namun, penting untuk berkonsultasi dengan profesional medis atau ahli gizi sebelum membuat perubahan signifikan pada pola makanmu.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Materi ini akan kamu dapatkan selama kuliah <a href=\"https:\/\/www.iik.ac.id\/web.php?judul=d3_analisis_farmasi_makanan_iik_bw&amp;r=prodi_iik_bw&amp;sp=d3anafarma\">D3 Analisis Farmasi &amp; Makanan<\/a>. Mau mempelajari lebih lanjut? Ayo kuliah di IIK Bhakta saja. <a href=\"https:\/\/www.iik.ac.id\/web.php?judul=tata_cara_daftar_iik_bhaktiwiyata&amp;r=pendaftaran&amp;sp=tatacaradaftar\">Daftar sekarang<\/a> juga!<\/em><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-5\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow\">\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Punya Pertanyaan? Admin kami siap membantu.<\/h4>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow\">\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Link:<\/h4>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-9\">\n<div class=\"wp-block-column is-vertically-aligned-top is-layout-flow\">\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-6\">\n<div class=\"wp-block-button\"><a class=\"wp-block-button__link\" href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=6285717171735&amp;text&amp;type=phone_number&amp;app_absent=0\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Chat WA Admin Pendaftaran<\/a><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-column is-vertically-aligned-top is-layout-flow\">\n<ul><li><a href=\"https:\/\/iik.ac.id\/devweb2\/home\/indexin.php?opt=olreg-devdesign\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Form Pendaftaran Online<\/a><\/li><li><a href=\"https:\/\/www.iik.ac.id\/web.php?judul=info_beasiswa_iik_bhaktiwiyata&amp;r=pendaftaran&amp;sp=infobeasiswa\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Info Beasiswa<\/a><\/li><li><a href=\"https:\/\/www.iik.ac.id\/web.php?judul=tata_cara_daftar_iik_bhaktiwiyata&amp;r=pendaftaran&amp;sp=tatacaradaftar\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Tata Cara Pendaftaran <\/a><\/li><li><a href=\"https:\/\/www.iik.ac.id\/web.php?judul=info_fasilitas_dan_peta_kampus_iik_bhaktiwiyata&amp;r=pendaftaran&amp;sp=turkampus\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Virtual Tour Campus<\/a><\/li><\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Glycemic Index (GI) adalah skala yang digunakan untuk mengukur seberapa cepat makanan dapat meningkatkan kadar gula darah setelah dikonsumsi. Makanan dengan indeks glikemik rendah dapat membantu menjaga energi yang tahan lama.&nbsp; Terutama bagi pasien diabetes, wajib memilih makanan dengan Indeks Glikemik (IG) rendah, yaitu kurang dari 55. Makanan yang cepat menaikkan kadar gula itu akan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1265,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[36],"tags":[442,443,444,120,441,121,446,447,449,445,172,448,173,114,450,451,452,453,454,455,159,115,456,457,458,459,460,461,462,463,464,465,466,467,468,469,470,472,471,473],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.6.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>10 Makanan Glycemic Index Rendah Untuk Penderita Diabetes - Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Glycemic Index (GI) adalah skala yang digunakan untuk mengukur seberapa cepat makanan dapat meningkatkan kadar gula darah setelah dikonsumsi.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2023\/06\/19\/10-makanan-glycemic-index-rendah-untuk-penderita-diabetes\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"10 Makanan Glycemic Index Rendah Untuk Penderita Diabetes - Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Glycemic Index (GI) adalah skala yang digunakan untuk mengukur seberapa cepat makanan dapat meningkatkan kadar gula darah setelah dikonsumsi.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2023\/06\/19\/10-makanan-glycemic-index-rendah-untuk-penderita-diabetes\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-06-19T03:08:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-06-19T03:32:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/glycemic-rendah.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2048\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1152\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2023\/06\/19\/10-makanan-glycemic-index-rendah-untuk-penderita-diabetes\/\",\"url\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2023\/06\/19\/10-makanan-glycemic-index-rendah-untuk-penderita-diabetes\/\",\"name\":\"10 Makanan Glycemic Index Rendah Untuk Penderita Diabetes - Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-06-19T03:08:11+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-19T03:32:17+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"\"},\"description\":\"Glycemic Index (GI) adalah skala yang digunakan untuk mengukur seberapa cepat makanan dapat meningkatkan kadar gula darah setelah dikonsumsi.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2023\/06\/19\/10-makanan-glycemic-index-rendah-untuk-penderita-diabetes\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2023\/06\/19\/10-makanan-glycemic-index-rendah-untuk-penderita-diabetes\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2023\/06\/19\/10-makanan-glycemic-index-rendah-untuk-penderita-diabetes\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"10 Makanan Glycemic Index Rendah Untuk Penderita Diabetes\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/\",\"name\":\"Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"\",\"url\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/author\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"10 Makanan Glycemic Index Rendah Untuk Penderita Diabetes - Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata","description":"Glycemic Index (GI) adalah skala yang digunakan untuk mengukur seberapa cepat makanan dapat meningkatkan kadar gula darah setelah dikonsumsi.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2023\/06\/19\/10-makanan-glycemic-index-rendah-untuk-penderita-diabetes\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"10 Makanan Glycemic Index Rendah Untuk Penderita Diabetes - Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata","og_description":"Glycemic Index (GI) adalah skala yang digunakan untuk mengukur seberapa cepat makanan dapat meningkatkan kadar gula darah setelah dikonsumsi.","og_url":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2023\/06\/19\/10-makanan-glycemic-index-rendah-untuk-penderita-diabetes\/","og_site_name":"Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata","article_published_time":"2023-06-19T03:08:11+00:00","article_modified_time":"2023-06-19T03:32:17+00:00","og_image":[{"width":2048,"height":1152,"url":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/glycemic-rendah.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2023\/06\/19\/10-makanan-glycemic-index-rendah-untuk-penderita-diabetes\/","url":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2023\/06\/19\/10-makanan-glycemic-index-rendah-untuk-penderita-diabetes\/","name":"10 Makanan Glycemic Index Rendah Untuk Penderita Diabetes - Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata","isPartOf":{"@id":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2023-06-19T03:08:11+00:00","dateModified":"2023-06-19T03:32:17+00:00","author":{"@id":""},"description":"Glycemic Index (GI) adalah skala yang digunakan untuk mengukur seberapa cepat makanan dapat meningkatkan kadar gula darah setelah dikonsumsi.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2023\/06\/19\/10-makanan-glycemic-index-rendah-untuk-penderita-diabetes\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2023\/06\/19\/10-makanan-glycemic-index-rendah-untuk-penderita-diabetes\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2023\/06\/19\/10-makanan-glycemic-index-rendah-untuk-penderita-diabetes\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"10 Makanan Glycemic Index Rendah Untuk Penderita Diabetes"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/","name":"Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"","url":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/author\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1264"}],"collection":[{"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1264"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1264\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1270,"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1264\/revisions\/1270"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1265"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1264"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1264"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1264"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}