{"id":2626,"date":"2024-10-07T02:40:27","date_gmt":"2024-10-07T02:40:27","guid":{"rendered":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/?p=2626"},"modified":"2024-10-07T02:46:38","modified_gmt":"2024-10-07T02:46:38","slug":"pencegahan-bunuh-diri-ini-langkah-yang-perlu-diperhatikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2024\/10\/07\/pencegahan-bunuh-diri-ini-langkah-yang-perlu-diperhatikan\/","title":{"rendered":"Pencegahan Bunuh Diri, Ini Langkah yang Perlu Diperhatikan!"},"content":{"rendered":"\n<p>Bunuh diri erat kaitannya dengan faktor risiko yang memungkinkan bunuh diri menjadi tindakan bunuh diri. Namun, pencegahan bunuh diri dapat dilakukan. Puput Mariyati, M.Psi.Psikolog, menjelaskan bahwa pencegahan bunuh diri dapat dilakukan dengan menguatkan faktor protektif, yang berfungsi sebagai sumber pendukung atau kekuatan bagi individu dalam menghadapi ide krisis bunuh diri. Kaprodi S1 Psikologi IIK Bhakta itu menerangkan lebih lanjut tentang apa saja faktor protektif dalam pencegahan bunuh diri, antara lain.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">1. Dukungan Sosial atau Keluarga<\/h2>\n\n\n\n<p>Merupakan salah satu pilar utama yang dapat mengurangi risiko bunuh diri. Kehadiran orang-orang yang peduli dan memberikan dukungan emosional, seperti keluarga, teman, atau komunitas, bisa menjadi benteng yang kuat bagi individu yang sedang menghadapi masalah.<\/p>\n\n\n\n<p>Komunitas yang terbuka, kasih sayang, dan rasa diterima oleh orang terdekat sangat berperan dalam membantu seseorang menghadapi tekanan psikologis yang mungkin mengarah pada ide bunuh diri.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">2. Harapan atau Alasan Khusus untuk Hidup<\/h2>\n\n\n\n<p>Memiliki harapan atau alasan khusus untuk tetap hidup, seperti impian, tujuan hidup, atau tanggung jawab kepada orang yang dicintai, bisa menjadi faktor protektif yang kuat. Harapan akan masa depan yang lebih baik atau perasaan memiliki makna hidup dapat membuat seseorang lebih tahan terhadap tekanan yang mungkin mendorong ke arah pemikiran destruktif. Dengan adanya alasan kuat ini, mereka mungkin lebih termotivasi untuk mencari bantuan dan mengatasi tantangan hidup.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">3. Partisipasi dalam Kegiatan Sosial atau Keagamaan<\/h2>\n\n\n\n<p>Aktivitas sosial atau keterlibatan dalam komunitas keagamaan dapat memberikan perasaan kebersamaan, dukungan, atau tujuan hidup yang lebih besar. Kegiatan ini membantu individu merasa bahwa mereka bagian dari sesuatu yang lebih besar dari diri mereka sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Rasa keterikatan dengan kelompok sosial atau spiritual juga bisa menumbuhkan rasa stabilitas dan ketenangan batin, yang membantu mengurangi perasaan kesepian atau putus asa yang seringkali menjadi pemicu ide bunuh diri.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Baca Juga<\/h4>\n\n\n\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2024\/10\/04\/mengenal-perawatan-ortodonti-jenis-dan-prosedurnya\/\">Mengenal Perawatan Ortodonti, Jenis dan Prosedurnya<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2024\/10\/03\/manajemen-kesehatan-dan-manfaatnya-di-layanan-kesehatan\/\">Manajemen kesehatan dan Manfaatnya di Layanan Kesehatan<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">4. Kemudahan Mengakses Layanan Kesehatan Mental<\/h2>\n\n\n\n<p>Akses yang mudah terhadap pelayanan perawatan kesehatan mental adalah salah satu faktor protektif penting. Jika seseorang dapat dengan cepat mendapatkan bantuan dari tenaga kesehatan mental, seperti psikolog atau psikiater, mereka bisa lebih cepat mendapatkan intervensi yang tepat sebelum keadaan semakin buruk. Bantuan profesional ini mencakup berbagai bentuk, mulai dari konseling hingga terapi obat, yang dirancang untuk mengurangi gejala dan risiko bunuh diri.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full is-resized\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/istockphoto-1429677293-1024x1024-transformed.jpeg\" alt=\"Pencegahan Bunuh Diri, Ini Langkah yang Perlu Diperhatikan!\" class=\"wp-image-2627\" width=\"-320\" height=\"-213\" srcset=\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/istockphoto-1429677293-1024x1024-transformed.jpeg 1024w, https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/istockphoto-1429677293-1024x1024-transformed-300x200.jpeg 300w, https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/istockphoto-1429677293-1024x1024-transformed-768x512.jpeg 768w, https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/istockphoto-1429677293-1024x1024-transformed-600x400.jpeg 600w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">5. Peningkatan Keterampilan Pemecahan Masalah dan Regulasi Stres<\/h2>\n\n\n\n<p>Kemampuan untuk mengelola stres dan memecahkan masalah merupakan keterampilan yang sangat berharga. Individu yang terampil dalam mengelola stres lebih mungkin untuk menemukan solusi atas masalah yang mereka hadapi, daripada terjebak dalam lingkaran pemikiran negatif. Dengan bantuan terapi atau pelatihan yang berfokus pada regulasi emosi, seseorang dapat belajar untuk lebih efektif menghadapi situasi yang memicu kecemasan atau depresi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">6. Pembatasan Akses ke Sarana Bunuh Diri<\/h2>\n\n\n\n<p>Mengurangi akses ke sarana yang sering digunakan dalam tindakan bunuh diri, seperti pestisida, senjata api, atau obat-obatan tertentu, merupakan langkah penting dalam pencegahan. Banyak kasus bunuh diri terjadi karena tersedianya sarana yang mudah dijangkau. Dengan adanya regulasi atau pengawasan yang ketat terhadap sarana-sarana ini, kemungkinan tindakan bunuh diri bisa berkurang secara signifikan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">7. Pengaturan Media Terkait Pemberitaan Kasus Bunuh Diri<\/h2>\n\n\n\n<p>Cara media melaporkan kasus bunuh diri juga memainkan peran penting dalam pencegahan. Paparan yang berlebihan terhadap pemberitaan bunuh diri dapat memicu imitasi atau fenomena \u201ccopycat.\u201d Oleh karena itu, pengaturan dan pedoman peliputan yang bertanggung jawab, yang tidak terlalu fokus pada detail tindakan bunuh diri, serta memberikan informasi mengenai sumber daya dan dukungan, bisa menjadi langkah preventif yang efektif.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">8. Identifikasi Dini Orang yang Berisiko Tinggi<\/h2>\n\n\n\n<p>Hal ini sangat penting untuk pencegahan. Penilaian risiko melalui skrining yang teratur oleh profesional kesehatan, baik di sekolah, tempat kerja, maupun fasilitas kesehatan, dapat membantu mendeteksi gejala awal. Dengan deteksi yang lebih cepat, intervensi bisa dilakukan lebih awal, sehingga menurunkan risiko terjadinya tindakan bunuh diri.<\/p>\n\n\n\n<p>Keberadaan faktor protektif seperti dukungan sosial, harapan, serta akses terhadap bantuan kesehatan mental, dapat memberikan dampak positif yang signifikan dalam mencegah bunuh diri. Faktor-faktor ini tidak hanya mengurangi risiko, tetapi juga memperkuat individu dalam menghadapi tantangan hidup yang sulit.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><em>Kamu pun dapat menjadi pencegah kasus bunuh diri dengan menjadi psikolog profesional. Tentunya mulai dengan kuliah <a href=\"https:\/\/iik.ac.id\/web.php?judul=s1_psikologi_iik_bw&amp;r=prodi_iik_bw&amp;sp=s1psikologi\">S1 Psikologi<\/a> di IIK Bhakta. Ayo <a href=\"https:\/\/iik.ac.id\/web.php?judul=tata_cara_daftar_iik_bhaktiwiyata&amp;r=pendaftaran&amp;sp=tatacaradaftar\">daftar sekarang<\/a> juga!<\/em><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-3\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow\">\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Punya Pertanyaan? Admin kami siap membantu.<\/h4>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow\">\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Link:<\/h4>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-7\">\n<div class=\"wp-block-column is-vertically-aligned-top is-layout-flow\">\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-4\">\n<div class=\"wp-block-button\"><a class=\"wp-block-button__link wp-element-button\" href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=6285717171735&amp;text&amp;type=phone_number&amp;app_absent=0\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Chat WA Admin Pendaftaran<\/a><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-column is-vertically-aligned-top is-layout-flow\">\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/iik.ac.id\/devweb2\/home\/indexin.php?opt=olreg-devdesign\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Form Pendaftaran Online<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/www.iik.ac.id\/web.php?judul=info_beasiswa_iik_bhaktiwiyata&amp;r=pendaftaran&amp;sp=infobeasiswa\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Info Beasiswa<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/www.iik.ac.id\/web.php?judul=tata_cara_daftar_iik_bhaktiwiyata&amp;r=pendaftaran&amp;sp=tatacaradaftar\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Tata Cara Pendaftaran <\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/www.iik.ac.id\/web.php?judul=info_fasilitas_dan_peta_kampus_iik_bhaktiwiyata&amp;r=pendaftaran&amp;sp=turkampus\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Virtual Tour Campus<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bunuh diri erat kaitannya dengan faktor risiko yang memungkinkan bunuh diri menjadi tindakan bunuh diri. Namun, pencegahan bunuh diri dapat dilakukan. Puput Mariyati, M.Psi.Psikolog, menjelaskan bahwa pencegahan bunuh diri dapat dilakukan dengan menguatkan faktor protektif, yang berfungsi sebagai sumber pendukung atau kekuatan bagi individu dalam menghadapi ide krisis bunuh diri. Kaprodi S1 Psikologi IIK Bhakta&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2629,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[36],"tags":[360,614,610,366,613,611,361,362,609,367,619,608,612,368,364,369,363,365,371,370],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.6.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pencegahan Bunuh Diri, Ini Langkah yang Perlu Diperhatikan! - Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Maraknya kasus bunuh diri di kalangan mahasiswa saat ini sangat memprihatinkan. Jadi penting dilakukan pencegahan bunuh diri berikut ini.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2024\/10\/07\/pencegahan-bunuh-diri-ini-langkah-yang-perlu-diperhatikan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pencegahan Bunuh Diri, Ini Langkah yang Perlu Diperhatikan! - Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Maraknya kasus bunuh diri di kalangan mahasiswa saat ini sangat memprihatinkan. Jadi penting dilakukan pencegahan bunuh diri berikut ini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2024\/10\/07\/pencegahan-bunuh-diri-ini-langkah-yang-perlu-diperhatikan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-10-07T02:40:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-10-07T02:46:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/1728268082078.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2048\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1366\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"IIK BLOG USER\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"IIK BLOG USER\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2024\/10\/07\/pencegahan-bunuh-diri-ini-langkah-yang-perlu-diperhatikan\/\",\"url\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2024\/10\/07\/pencegahan-bunuh-diri-ini-langkah-yang-perlu-diperhatikan\/\",\"name\":\"Pencegahan Bunuh Diri, Ini Langkah yang Perlu Diperhatikan! - Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/#website\"},\"datePublished\":\"2024-10-07T02:40:27+00:00\",\"dateModified\":\"2024-10-07T02:46:38+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/#\/schema\/person\/c08d15bea219bf6c5cd41f61ee9147f4\"},\"description\":\"Maraknya kasus bunuh diri di kalangan mahasiswa saat ini sangat memprihatinkan. Jadi penting dilakukan pencegahan bunuh diri berikut ini.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2024\/10\/07\/pencegahan-bunuh-diri-ini-langkah-yang-perlu-diperhatikan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2024\/10\/07\/pencegahan-bunuh-diri-ini-langkah-yang-perlu-diperhatikan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2024\/10\/07\/pencegahan-bunuh-diri-ini-langkah-yang-perlu-diperhatikan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Pencegahan Bunuh Diri, Ini Langkah yang Perlu Diperhatikan!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/\",\"name\":\"Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/#\/schema\/person\/c08d15bea219bf6c5cd41f61ee9147f4\",\"name\":\"IIK BLOG USER\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e593e8c44624bb49033fae92af2002e1?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e593e8c44624bb49033fae92af2002e1?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"IIK BLOG USER\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/\"],\"url\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/author\/iikbloguser\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pencegahan Bunuh Diri, Ini Langkah yang Perlu Diperhatikan! - Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata","description":"Maraknya kasus bunuh diri di kalangan mahasiswa saat ini sangat memprihatinkan. Jadi penting dilakukan pencegahan bunuh diri berikut ini.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2024\/10\/07\/pencegahan-bunuh-diri-ini-langkah-yang-perlu-diperhatikan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pencegahan Bunuh Diri, Ini Langkah yang Perlu Diperhatikan! - Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata","og_description":"Maraknya kasus bunuh diri di kalangan mahasiswa saat ini sangat memprihatinkan. Jadi penting dilakukan pencegahan bunuh diri berikut ini.","og_url":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2024\/10\/07\/pencegahan-bunuh-diri-ini-langkah-yang-perlu-diperhatikan\/","og_site_name":"Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata","article_published_time":"2024-10-07T02:40:27+00:00","article_modified_time":"2024-10-07T02:46:38+00:00","og_image":[{"width":2048,"height":1366,"url":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/1728268082078.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"IIK BLOG USER","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"IIK BLOG USER","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2024\/10\/07\/pencegahan-bunuh-diri-ini-langkah-yang-perlu-diperhatikan\/","url":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2024\/10\/07\/pencegahan-bunuh-diri-ini-langkah-yang-perlu-diperhatikan\/","name":"Pencegahan Bunuh Diri, Ini Langkah yang Perlu Diperhatikan! - Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata","isPartOf":{"@id":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2024-10-07T02:40:27+00:00","dateModified":"2024-10-07T02:46:38+00:00","author":{"@id":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/#\/schema\/person\/c08d15bea219bf6c5cd41f61ee9147f4"},"description":"Maraknya kasus bunuh diri di kalangan mahasiswa saat ini sangat memprihatinkan. Jadi penting dilakukan pencegahan bunuh diri berikut ini.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2024\/10\/07\/pencegahan-bunuh-diri-ini-langkah-yang-perlu-diperhatikan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2024\/10\/07\/pencegahan-bunuh-diri-ini-langkah-yang-perlu-diperhatikan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2024\/10\/07\/pencegahan-bunuh-diri-ini-langkah-yang-perlu-diperhatikan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Pencegahan Bunuh Diri, Ini Langkah yang Perlu Diperhatikan!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/","name":"Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/#\/schema\/person\/c08d15bea219bf6c5cd41f61ee9147f4","name":"IIK BLOG USER","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e593e8c44624bb49033fae92af2002e1?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e593e8c44624bb49033fae92af2002e1?s=96&d=mm&r=g","caption":"IIK BLOG USER"},"sameAs":["https:\/\/iik.ac.id\/blog\/"],"url":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/author\/iikbloguser\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2626"}],"collection":[{"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2626"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2626\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2631,"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2626\/revisions\/2631"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2629"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2626"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2626"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2626"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}