{"id":4051,"date":"2026-03-10T08:59:40","date_gmt":"2026-03-10T08:59:40","guid":{"rendered":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/?p=4051"},"modified":"2026-03-10T09:05:22","modified_gmt":"2026-03-10T09:05:22","slug":"ahli-gizi-dan-dietisien-apa-bedanya-ini-ulasannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2026\/03\/10\/ahli-gizi-dan-dietisien-apa-bedanya-ini-ulasannya\/","title":{"rendered":"Ahli Gizi dan Dietisien, Apa Bedanya? Ini Ulasannya!"},"content":{"rendered":"\n<p>Ahli gizi dan dietisien adalah profesi di bidang gizi yang seringkali kita temui. Secara umum, baik ahli gizi maupun dietisien sama-sama mempelajari ilmu gizi dan berperan dalam meningkatkan kualitas kesehatan melalui pengaturan makanan. Namun, secara profesional dan legalitas praktik keduanya memiliki perbedaan yang cukup jelas.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Di Indonesia, profesi ini berada di bawah regulasi Kementerian Kesehatan dan organisasi profesi seperti Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI). Seseorang yang ingin berpraktik secara klinik wajib memenuhi standar pendidikan dan kompetensi tertentu.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pengertian Ahli Gizi<\/h2>\n\n\n\n<p>Ahli gizi adalah tenaga kesehatan yang telah menempuh pendidikan formal di bidang gizi, baik jenjang Diploma (D3\/D4) maupun Sarjana (S1) Gizi. Mereka memiliki kompetensi dalam:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Menyusun program perbaikan gizi masyarakat<\/li>\n\n\n\n<li>Edukasi pola makan sehat<\/li>\n\n\n\n<li>Konseling gizi dasar<\/li>\n\n\n\n<li>Perencanaan menu untuk institusi seperti sekolah atau perusahaan<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Ahli gizi banyak bekerja di puskesmas, dinas kesehatan, industri makanan, katering, hingga program pemerintah. Fokus pekerjaannya bisa bersifat preventif (pencegahan) maupun promotif (peningkatan kesehatan).<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pengertian Dietisien<\/h2>\n\n\n\n<p>Dietisien adalah ahli gizi yang telah menempuh pendidikan profesi tambahan dan memiliki sertifikasi untuk melakukan praktik gizi klinis secara mandiri. Artinya, dietisien memiliki kewenangan lebih luas dalam menangani pasien dengan kondisi medis tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p>Dietisien biasanya bekerja di:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Rumah sakit<\/li>\n\n\n\n<li>Klinik kesehatan<\/li>\n\n\n\n<li>Fasilitas rehabilitasi<\/li>\n\n\n\n<li>Praktik mandiri<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Mereka berwenang menyusun terapi diet untuk pasien dengan penyakit seperti diabetes, hipertensi, gangguan ginjal, hingga gangguan metabolisme lainnya. Dalam praktiknya, dietisien bekerja sama dengan dokter dan tenaga medis lain untuk menentukan intervensi nutrisi yang tepat.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Baca Juga<\/h4>\n\n\n\n<ul>\n<li><a href=\"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/2026\/03\/06\/lulusan-administrasi-rs-kerja-apa-ini-pilihannya\/\">Lulusan Administrasi RS Kerja Apa? Ini Pilihannya<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<ul>\n<li><a href=\"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/2026\/03\/04\/profesi-dokter-gigi-gelarnya-apa-ini-penjelasannya\/\">Profesi Dokter Gigi: Gelarnya Apa? Ini Penjelasannya<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Perbedaan Ahli Gizi dan Dietisien<\/h2>\n\n\n\n<p>Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa perbedaan utama antara ahli gizi dan dietisien:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Pendidikan<\/h3>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Ahli gizi<\/strong>: Lulusan D3\/D4\/S1 Gizi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Dietisien<\/strong>: Lulusan S1 Gizi yang melanjutkan pendidikan profesi dietisien.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Kewenangan Praktik<\/h3>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Ahli gizi<\/strong>: Fokus pada edukasi dan program gizi umum.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Dietisien<\/strong>: Berwenang menangani terapi diet klinis pasien dengan kondisi medis tertentu.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Lingkup Kerja<\/h3>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Ahli gizi<\/strong>: Banyak berperan di komunitas dan industri.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Dietisien<\/strong>: Lebih banyak bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Tanggung Jawab Klinis<\/h3>\n\n\n\n<p>Dietisien memiliki tanggung jawab lebih besar dalam menangani pasien dengan penyakit tertentu karena terapi diet yang diberikan berpengaruh langsung pada kondisi medis pasien.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jadi, Mana yang Harus Dipilih?<\/h2>\n\n\n\n<p>Jika kamu hanya ingin konsultasi pola makan sehat untuk menjaga berat badan atau meningkatkan kebugaran, baik ahli gizi maupun dietisien dapat membantu. Namun, jika kamu memiliki penyakit tertentu yang membutuhkan pengaturan diet khusus, sebaiknya berkonsultasi dengan dietisien.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan memahami perbedaan ahli gizi dan dietisien, masyarakat dapat memilih layanan yang sesuai dengan kebutuhannya. Kesadaran ini juga penting agar tidak terjadi kesalahpahaman terkait kompetensi dan kewenangan masing-masing profesi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pentingnya Peran Keduanya<\/h2>\n\n\n\n<p>Baik ahli gizi maupun dietisien memiliki kontribusi besar dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Di tengah meningkatnya kasus penyakit tidak menular seperti obesitas dan diabetes, peran tenaga gizi menjadi semakin vital.<\/p>\n\n\n\n<p>Edukasi tentang pola makan sehat, pencegahan stunting, hingga terapi nutrisi klinis merupakan bagian penting dari sistem pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, pemahaman mengenai perbedaan kedua profesi ini bukan hanya penting bagi calon pasien, tetapi juga bagi pelajar yang tertarik menempuh pendidikan di bidang gizi.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full is-resized\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/aiease_1773133412901-1.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4057\" width=\"648\" height=\"396\" srcset=\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/aiease_1773133412901-1.jpg 1024w, https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/aiease_1773133412901-1-300x183.jpg 300w, https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/aiease_1773133412901-1-768x470.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 648px) 100vw, 648px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n<p><em>Memahami perbedaan ahli gizi dan dietisien ini diharapkan dapat membantumu dalam menentukan pilihan layanan yang tepat sesuai kebutuhan kesehatan. Selain itu, kamu juga bisa menentukan pilihan karier di bidang gizi yang sesuai. Profesi ahli gizi maupun dietisien, tentunya mulai langkahmu dari kuliah <\/em><a href=\"https:\/\/iik.ac.id\/fakultas\/kesehatan\/s1-gizi\"><em>S1 Gizi<\/em><\/a><em> di IIK Bhakta. Ayo <\/em><a href=\"http:\/\/pmb.iik.ac.id\"><em>daftar sekarang<\/em><\/a><em> juga!<\/em><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-3\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow\">\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Punya Pertanyaan? Admin kami siap membantu.<\/h4>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow\">\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Link:<\/h4>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-7\">\n<div class=\"wp-block-column is-vertically-aligned-top is-layout-flow\">\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-4\">\n<div class=\"wp-block-button\"><a class=\"wp-block-button__link wp-element-button\" href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=6285717171735&amp;text&amp;type=phone_number&amp;app_absent=0\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Chat WA Admin Pendaftaran<\/a><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-column is-vertically-aligned-top is-layout-flow\">\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/iik.ac.id\/devweb2\/home\/indexin.php?opt=olreg-devdesign\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Form Pendaftaran Online<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/www.iik.ac.id\/web.php?judul=info_beasiswa_iik_bhaktiwiyata&amp;r=pendaftaran&amp;sp=infobeasiswa\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Info Beasiswa<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/www.iik.ac.id\/web.php?judul=tata_cara_daftar_iik_bhaktiwiyata&amp;r=pendaftaran&amp;sp=tatacaradaftar\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Tata Cara Pendaftaran <\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/www.iik.ac.id\/web.php?judul=info_fasilitas_dan_peta_kampus_iik_bhaktiwiyata&amp;r=pendaftaran&amp;sp=turkampus\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Virtual Tour Campus<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ahli gizi dan dietisien adalah profesi di bidang gizi yang seringkali kita temui. Secara umum, baik ahli gizi maupun dietisien sama-sama mempelajari ilmu gizi dan berperan dalam meningkatkan kualitas kesehatan melalui pengaturan makanan. Namun, secara profesional dan legalitas praktik keduanya memiliki perbedaan yang cukup jelas.&nbsp; Di Indonesia, profesi ini berada di bawah regulasi Kementerian Kesehatan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4052,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[36],"tags":[1055,755,380,754,752,836,838,383,760,762,751,761,756,758,996,837,967,753,757,759],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.6.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ahli Gizi dan Dietisien, Apa Bedanya? Ini Ulasannya!<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Ahli gizi dan dietisien adalah profesi bidang gizi. Sama mempelajari ilmu gizi, namun keduanya memiliki perbedaan secara profesional.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2026\/03\/10\/ahli-gizi-dan-dietisien-apa-bedanya-ini-ulasannya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ahli Gizi dan Dietisien, Apa Bedanya? Ini Ulasannya!\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ahli gizi dan dietisien adalah profesi bidang gizi. Sama mempelajari ilmu gizi, namun keduanya memiliki perbedaan secara profesional.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2026\/03\/10\/ahli-gizi-dan-dietisien-apa-bedanya-ini-ulasannya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-03-10T08:59:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-03-10T09:05:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/ahli-gizi-dan-dietisien.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"683\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"IIK BLOG USER\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"IIK BLOG USER\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2026\/03\/10\/ahli-gizi-dan-dietisien-apa-bedanya-ini-ulasannya\/\",\"url\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2026\/03\/10\/ahli-gizi-dan-dietisien-apa-bedanya-ini-ulasannya\/\",\"name\":\"Ahli Gizi dan Dietisien, Apa Bedanya? Ini Ulasannya!\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-03-10T08:59:40+00:00\",\"dateModified\":\"2026-03-10T09:05:22+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/#\/schema\/person\/c08d15bea219bf6c5cd41f61ee9147f4\"},\"description\":\"Ahli gizi dan dietisien adalah profesi bidang gizi. Sama mempelajari ilmu gizi, namun keduanya memiliki perbedaan secara profesional.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2026\/03\/10\/ahli-gizi-dan-dietisien-apa-bedanya-ini-ulasannya\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2026\/03\/10\/ahli-gizi-dan-dietisien-apa-bedanya-ini-ulasannya\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2026\/03\/10\/ahli-gizi-dan-dietisien-apa-bedanya-ini-ulasannya\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Ahli Gizi dan Dietisien, Apa Bedanya? Ini Ulasannya!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/\",\"name\":\"Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/#\/schema\/person\/c08d15bea219bf6c5cd41f61ee9147f4\",\"name\":\"IIK BLOG USER\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e593e8c44624bb49033fae92af2002e1?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e593e8c44624bb49033fae92af2002e1?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"IIK BLOG USER\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/\"],\"url\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/author\/iikbloguser\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ahli Gizi dan Dietisien, Apa Bedanya? Ini Ulasannya!","description":"Ahli gizi dan dietisien adalah profesi bidang gizi. Sama mempelajari ilmu gizi, namun keduanya memiliki perbedaan secara profesional.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2026\/03\/10\/ahli-gizi-dan-dietisien-apa-bedanya-ini-ulasannya\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ahli Gizi dan Dietisien, Apa Bedanya? Ini Ulasannya!","og_description":"Ahli gizi dan dietisien adalah profesi bidang gizi. Sama mempelajari ilmu gizi, namun keduanya memiliki perbedaan secara profesional.","og_url":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2026\/03\/10\/ahli-gizi-dan-dietisien-apa-bedanya-ini-ulasannya\/","og_site_name":"Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata","article_published_time":"2026-03-10T08:59:40+00:00","article_modified_time":"2026-03-10T09:05:22+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":683,"url":"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/ahli-gizi-dan-dietisien.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"IIK BLOG USER","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"IIK BLOG USER","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2026\/03\/10\/ahli-gizi-dan-dietisien-apa-bedanya-ini-ulasannya\/","url":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2026\/03\/10\/ahli-gizi-dan-dietisien-apa-bedanya-ini-ulasannya\/","name":"Ahli Gizi dan Dietisien, Apa Bedanya? Ini Ulasannya!","isPartOf":{"@id":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2026-03-10T08:59:40+00:00","dateModified":"2026-03-10T09:05:22+00:00","author":{"@id":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/#\/schema\/person\/c08d15bea219bf6c5cd41f61ee9147f4"},"description":"Ahli gizi dan dietisien adalah profesi bidang gizi. Sama mempelajari ilmu gizi, namun keduanya memiliki perbedaan secara profesional.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2026\/03\/10\/ahli-gizi-dan-dietisien-apa-bedanya-ini-ulasannya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2026\/03\/10\/ahli-gizi-dan-dietisien-apa-bedanya-ini-ulasannya\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2026\/03\/10\/ahli-gizi-dan-dietisien-apa-bedanya-ini-ulasannya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Ahli Gizi dan Dietisien, Apa Bedanya? Ini Ulasannya!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/","name":"Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/#\/schema\/person\/c08d15bea219bf6c5cd41f61ee9147f4","name":"IIK BLOG USER","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e593e8c44624bb49033fae92af2002e1?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e593e8c44624bb49033fae92af2002e1?s=96&d=mm&r=g","caption":"IIK BLOG USER"},"sameAs":["https:\/\/iik.ac.id\/blog\/"],"url":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/author\/iikbloguser\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4051"}],"collection":[{"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4051"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4051\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4058,"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4051\/revisions\/4058"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4052"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4051"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4051"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4051"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}