{"id":4561,"date":"2026-09-28T09:36:18","date_gmt":"2026-09-28T09:36:18","guid":{"rendered":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/?p=4561"},"modified":"2026-09-28T09:36:31","modified_gmt":"2026-09-28T09:36:31","slug":"jurusan-psikologi-makin-dibutuhkan-di-era-digital-ini-alasannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2026\/09\/28\/jurusan-psikologi-makin-dibutuhkan-di-era-digital-ini-alasannya\/","title":{"rendered":"Jurusan Psikologi Makin Dibutuhkan di Era Digital, Ini Alasannya"},"content":{"rendered":"\n<p>FOMO (<em>fear of missing out<\/em>), <em>doom scrolling<\/em>, kebiasaan membandingkan diri di media sosial, hingga tekanan untuk selalu terlihat produktif menjadi bagian dari kehidupan digital. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa memahami cara manusia berpikir, merasa, dan berperilaku semakin relevan di tengah perubahan teknologi dan kehidupan sosial. Hal inilah yang membuat jurusan psikologi tetap menarik untuk dipelajari. Psikologi tidak hanya membahas kesehatan mental, tetapi juga mempelajari perilaku manusia dalam berbagai konteks, mulai dari pendidikan, pekerjaan, keluarga, komunitas, hingga lingkungan kesehatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi calon mahasiswa yang tertarik memahami manusia sekaligus ingin memiliki peluang berkarier di berbagai bidang, S1 Psikologi IIK Bhakta menawarkan pendekatan yang memiliki fokus khusus pada psikologi kesehatan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mengapa Jurusan Psikologi Relevan di Era Digital?<\/h2>\n\n\n\n<p>Perkembangan teknologi mengubah cara manusia berkomunikasi, belajar, bekerja, dan membangun hubungan. Informasi dapat diperoleh dengan cepat, tetapi penggunaan teknologi juga menghadirkan berbagai fenomena perilaku yang menarik untuk dipelajari.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. FOMO dan kebiasaan mengikuti tren<\/h3>\n\n\n\n<p>FOMO menggambarkan kekhawatiran seseorang ketika merasa tertinggal dari pengalaman, informasi, atau aktivitas orang lain. Media sosial dapat memperkuat perasaan tersebut karena seseorang terus melihat aktivitas dan pencapaian orang lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari perspektif psikologi, fenomena tersebut dapat menjadi contoh bagaimana lingkungan sosial dan teknologi berhubungan dengan pikiran, emosi, serta perilaku manusia.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Doom scrolling dan konsumsi informasi digital<\/h3>\n\n\n\n<p><em>Doom scrolling<\/em> merujuk pada kebiasaan terus mengonsumsi informasi negatif atau mengkhawatirkan melalui media digital.<\/p>\n\n\n\n<p>Fenomena seperti ini memperlihatkan bahwa perilaku manusia tidak berdiri sendiri. Interaksi sosial, lingkungan, desain platform digital, kebiasaan, dan kondisi psikologis dapat menjadi bagian dari faktor yang dipelajari dalam psikologi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Dunia kerja semakin memperhatikan faktor manusia<\/h3>\n\n\n\n<p>Di dunia kerja, kemampuan memahami komunikasi, motivasi, dinamika kelompok, kepemimpinan, dan perilaku organisasi dapat mendukung berbagai aktivitas profesional.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena itu, lulusan psikologi dapat memiliki peluang berkarier di bidang sumber daya manusia, pendidikan, penelitian, pengembangan organisasi, konsultan, pelatihan, hingga pengembangan masyarakat sesuai kompetensi dan persyaratan profesi yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa yang Dipelajari di Jurusan Psikologi?<\/h2>\n\n\n\n<p>Jurusan Psikologi mempelajari perilaku dan proses mental manusia dari berbagai perspektif. Mata kuliah dapat berbeda di setiap perguruan tinggi, tetapi bidang yang umum dipelajari antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Psikologi umum<\/li>\n\n\n\n<li>Psikologi perkembangan<\/li>\n\n\n\n<li>Psikologi sosial<\/li>\n\n\n\n<li>Psikologi kepribadian<\/li>\n\n\n\n<li>Psikologi pendidikan<\/li>\n\n\n\n<li>Psikologi klinis<\/li>\n\n\n\n<li>Psikologi industri dan organisasi<\/li>\n\n\n\n<li>Psikologi kognitif<\/li>\n\n\n\n<li>Psikologi kesehatan<\/li>\n\n\n\n<li>Biopsikologi<\/li>\n\n\n\n<li>Metodologi penelitian<\/li>\n\n\n\n<li>Statistika dalam psikologi<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Di <strong>S1 Psikologi IIK Bhakta<\/strong>, pembelajaran tidak hanya mencakup dasar-dasar psikologi. Program studi ini secara khusus berfokus pada <strong>psikologi kesehatan<\/strong>, yaitu bidang yang mempelajari hubungan faktor psikologis dengan kondisi kesehatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Program S1 Psikologi IIK Bhakta memiliki beban studi <strong>146 SKS dengan durasi pendidikan 4 tahun<\/strong> dan menghasilkan lulusan bergelar <strong>S.Psi.<\/strong> Program studi ini berdiri pada 2022 berdasarkan SK Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia No. 555\/E\/O\/2022.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Baca Juga:<\/h4>\n\n\n\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2026\/09\/21\/apakah-ai-akan-menggantikan-tenaga-laboratorium-medis\/\">Apakah AI Akan Menggantikan Tenaga Laboratorium Medis?<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2026\/09\/15\/kuliah-kebidanan-prospek-kerja-jenjang-pendidikan-dan-pilihan-di-iik-bhakta\/\">Kuliah Kebidanan: Prospek Kerja, Jenjang Pendidikan, dan Pilihan di IIK Bhakta<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Keunggulan S1 Psikologi IIK Bhakta?<\/h2>\n\n\n\n<p>Jika mencari jurusan psikologi, calon mahasiswa sebaiknya tidak hanya membandingkan nama program studi. Perhatikan juga fokus keilmuan, pengalaman praktik, fasilitas, kurikulum, serta arah kompetensi yang ingin dibangun.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu karakteristik S1 Psikologi IIK Bhakta adalah fokus pada <strong>psikologi kesehatan<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Fokus tersebut sejalan dengan lingkungan IIK Bhakta sebagai institusi pendidikan kesehatan. Program studi ini memiliki visi menjadi Program Studi Psikologi Kesehatan terkemuka di ASEAN serta mengembangkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian di bidang psikologi kesehatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya mempelajari psikologi dari sisi perilaku manusia secara umum, tetapi juga mendapatkan konteks mengenai keterkaitan psikologi dengan kesehatan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Belajar melalui teori dan praktik<\/h3>\n\n\n\n<p>S1 Psikologi IIK Bhakta menyediakan fasilitas laboratorium untuk mendukung kegiatan praktikum mahasiswa. Fasilitas yang tercantum pada laman resmi program studi antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Laboratorium Laboran dan Alat Tes<\/li>\n\n\n\n<li>Laboratorium Konseling Individu<\/li>\n\n\n\n<li>Laboratorium Bermain Anak<\/li>\n\n\n\n<li>Laboratorium Komunitas Keluarga<\/li>\n\n\n\n<li>Ruang Diskusi<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Laboratorium tersebut digunakan untuk mendukung praktikum serta kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>Artinya, calon mahasiswa dapat mempertimbangkan aspek <strong>teori, praktik, penelitian, dan pengabdian<\/strong> ketika memilih program studi psikologi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jurusan Psikologi IPA atau IPS?<\/h2>\n\n\n\n<p>Salah satu pertanyaan yang sering muncul saat mencari informasi kuliah psikologi adalah apakah psikologi diperuntukkan bagi siswa IPA atau IPS.<\/p>\n\n\n\n<p>Jawabannya dapat berbeda berdasarkan kebijakan perguruan tinggi dan jalur penerimaan mahasiswa. Karena itu, calon mahasiswa sebaiknya tidak hanya berpatokan pada istilah <strong>\u201cpsikologi IPA\u201d<\/strong> atau <strong>\u201cpsikologi IPS\u201d<\/strong>, tetapi memeriksa persyaratan penerimaan pada kampus yang dituju.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk informasi persyaratan pendaftaran S1 Psikologi IIK Bhakta, calon mahasiswa dapat memeriksa informasi PMB dan ketentuan penerimaan terbaru sebelum melakukan pendaftaran.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Prospek Kerja Lulusan Psikologi?<\/h2>\n\n\n\n<p>Salah satu alasan calon mahasiswa memilih jurusan psikologi adalah pilihan bidang kariernya yang cukup beragam.<\/p>\n\n\n\n<p>Lulusan S1 Psikologi dapat mengembangkan karier sesuai kompetensi dan persyaratan pekerjaan yang dituju. Profil lulusan S1 Psikologi IIK Bhakta mencantumkan beberapa bidang yang dapat menjadi pilihan, antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Tenaga kerja di bidang sumber daya manusia<\/li>\n\n\n\n<li>Staf konsultan di bidang psikologi<\/li>\n\n\n\n<li>Pengajar dan pengembang pendidikan<\/li>\n\n\n\n<li>Penulis<\/li>\n\n\n\n<li>Konselor<\/li>\n\n\n\n<li>Fasilitator pengembangan komunitas<\/li>\n\n\n\n<li>Asisten peneliti<\/li>\n\n\n\n<li>Asisten psikolog<\/li>\n\n\n\n<li>Fasilitator dan motivator dalam program pelatihan<\/li>\n\n\n\n<li>Administrator alat tes psikologi<\/li>\n\n\n\n<li>Pelaku usaha mandiri<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Daftar tersebut menunjukkan bahwa lulusan psikologi tidak hanya berkaitan dengan satu bidang pekerjaan. Kompetensi psikologi dapat diterapkan pada berbagai lingkungan, termasuk organisasi, pendidikan, komunitas, penelitian, dan layanan yang berkaitan dengan kesehatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, calon mahasiswa juga perlu memahami bahwa <strong>lulusan S1 Psikologi tidak otomatis menjadi psikolog<\/strong>. Profesi tertentu memiliki jalur pendidikan dan persyaratan profesional tersendiri. Karena itu, rencana karier sebaiknya dipertimbangkan sejak memilih program studi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kuliah Psikologi Bukan Hanya Tentang Menjadi Psikolog<\/h2>\n\n\n\n<p>Masih ada anggapan bahwa kuliah psikologi hanya bertujuan untuk menjadi psikolog. Padahal, bidang ilmu psikologi dapat diterapkan dalam berbagai konteks.<\/p>\n\n\n\n<p>Mahasiswa dapat mempelajari bagaimana manusia:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>berpikir dan mengambil keputusan,<\/li>\n\n\n\n<li>membangun hubungan sosial,<\/li>\n\n\n\n<li>berkembang dari masa kanak-kanak hingga dewasa,<\/li>\n\n\n\n<li>belajar dan beradaptasi,<\/li>\n\n\n\n<li>bekerja dalam kelompok,<\/li>\n\n\n\n<li>menghadapi perubahan,<\/li>\n\n\n\n<li>berinteraksi dengan lingkungan,<\/li>\n\n\n\n<li>serta mempertahankan kondisi kesehatan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Karena itu, calon mahasiswa sebaiknya melihat psikologi sebagai ilmu yang memiliki cakupan luas sekaligus mempertimbangkan jalur profesi yang ingin ditempuh setelah lulus.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Daftar Kuliah Psikologi?<\/h2>\n\n\n\n<p>Sebelum memilih jurusan psikologi, jangan hanya mempertimbangkan apakah bidang ini sedang populer. Ada beberapa hal penting yang sebaiknya diperhatikan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Kenali fokus program studi<\/h3>\n\n\n\n<p>Setiap kampus dapat memiliki karakteristik dan fokus pembelajaran yang berbeda. Jika tertarik pada hubungan antara psikologi dan kesehatan, fokus <strong>psikologi kesehatan<\/strong> pada S1 Psikologi IIK Bhakta dapat menjadi salah satu informasi yang perlu dipertimbangkan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Perhatikan kurikulum<\/h3>\n\n\n\n<p>Cari tahu mata kuliah yang ditawarkan, komposisi pembelajaran teori dan praktik, kegiatan penelitian, serta pengalaman lapangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada laman resmi S1 Psikologi IIK Bhakta, beberapa mata kuliah yang tercantum antara lain Psikologi Umum, Biopsikologi, Sejarah Aliran Psikologi, serta Teknologi Informasi Kesehatan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Periksa fasilitas pembelajaran<\/h3>\n\n\n\n<p>Fasilitas dapat mendukung pengalaman belajar mahasiswa. S1 Psikologi IIK Bhakta memiliki laboratorium yang digunakan untuk kegiatan praktikum, termasuk laboratorium konseling individu, bermain anak, komunitas keluarga, serta laboratorium laboran dan alat tes.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Pertimbangkan prospek karier<\/h3>\n\n\n\n<p>Cari tahu bidang pekerjaan yang dapat dituju sesuai kompetensi lulusan dan persyaratan profesi. Jangan hanya mencari informasi \u201clulusan psikologi kerja apa\u201d, tetapi pahami juga kompetensi dan pendidikan lanjutan yang mungkin dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Bandingkan biaya kuliah psikologi<\/h3>\n\n\n\n<p><strong>Biaya kuliah psikologi<\/strong> menjadi salah satu faktor penting dalam memilih perguruan tinggi. Namun, jangan membandingkan nominal biaya saja.<\/p>\n\n\n\n<p>Perhatikan juga:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>biaya pendaftaran,<\/li>\n\n\n\n<li>uang kuliah,<\/li>\n\n\n\n<li>biaya praktikum,<\/li>\n\n\n\n<li>fasilitas pembelajaran,<\/li>\n\n\n\n<li>kegiatan akademik,<\/li>\n\n\n\n<li>beasiswa,<\/li>\n\n\n\n<li>serta komponen biaya lain yang ditetapkan perguruan tinggi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Untuk mengetahui biaya pendidikan S1 Psikologi IIK Bhakta, calon mahasiswa sebaiknya melihat informasi biaya pada laman resmi kampus karena nominal dan ketentuan dapat berubah mengikuti periode penerimaan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mengapa Memilih S1 Psikologi IIK Bhakta?<\/h2>\n\n\n\n<p>Secara singkat, beberapa informasi yang dapat menjadi pertimbangan calon mahasiswa adalah:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Program:<\/strong> S1 Psikologi<br><strong>Gelar:<\/strong> S.Psi.<br><strong>Durasi:<\/strong> 4 tahun<br><strong>Beban studi:<\/strong> 146 SKS<br><strong>Fokus:<\/strong> Psikologi Kesehatan<br><strong>Fasilitas:<\/strong> Laboratorium Laboran dan Alat Tes, Laboratorium Konseling Individu, Laboratorium Bermain Anak, Laboratorium Komunitas Keluarga, dan Ruang Diskusi<br><strong>Pilihan bidang karier:<\/strong> SDM, konsultan, pendidikan, penelitian, komunitas, asisten psikolog, pelatihan, administrator alat tes, dan bidang lainnya sesuai kompetensi.<\/p>\n\n\n\n<p>Informasi tersebut membuat calon mahasiswa dapat melihat S1 Psikologi IIK Bhakta bukan hanya dari sisi \u201ckuliah psikologi\u201d, tetapi juga dari fokus keilmuan, pengalaman pembelajaran, fasilitas, dan arah kompetensi lulusan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">FAQ Jurusan Psikologi<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Jurusan Psikologi belajar apa?<\/h3>\n\n\n\n<p>Jurusan Psikologi mempelajari perilaku dan proses mental manusia, termasuk psikologi perkembangan, sosial, kepribadian, pendidikan, klinis, organisasi, kognitif, kesehatan, serta metodologi penelitian. Pada S1 Psikologi IIK Bhakta, terdapat fokus khusus pada psikologi kesehatan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah psikologi hanya mempelajari kesehatan mental?<\/h3>\n\n\n\n<p>Tidak. Psikologi memiliki cakupan yang lebih luas, termasuk perilaku manusia, perkembangan, hubungan sosial, pendidikan, pekerjaan, organisasi, penelitian, dan kesehatan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Lulusan S1 Psikologi bisa bekerja sebagai apa?<\/h3>\n\n\n\n<p>Lulusan dapat memiliki peluang berkarier di bidang SDM, pendidikan, konsultan, penelitian, pengembangan komunitas, pelatihan, serta bidang lainnya sesuai kompetensi dan persyaratan pekerjaan. Profil lulusan S1 Psikologi IIK Bhakta juga mencakup asisten psikolog dan administrator alat tes psikologi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah lulusan S1 Psikologi langsung bisa menjadi psikolog?<\/h3>\n\n\n\n<p>Tidak otomatis. Profesi psikolog memiliki persyaratan pendidikan dan profesional tersendiri. Karena itu, calon mahasiswa perlu memahami jalur pendidikan yang sesuai dengan tujuan profesinya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Berapa lama kuliah S1 Psikologi IIK Bhakta?<\/h3>\n\n\n\n<p>Program S1 Psikologi IIK Bhakta memiliki durasi pendidikan 4 tahun dengan beban studi 146 SKS dan gelar S.Psi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jurusan Psikologi untuk Memahami Manusia dan Perubahan Zaman<\/h2>\n\n\n\n<p>FOMO, <em>doom scrolling<\/em>, penggunaan media sosial, perubahan dunia kerja, hingga meningkatnya perhatian terhadap kesehatan menunjukkan bahwa perilaku manusia terus menghadapi konteks baru.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sinilah ilmu psikologi memiliki ruang untuk berkembang. Bagi calon mahasiswa yang tertarik memahami manusia sekaligus ingin mempelajari hubungan antara aspek psikologis dan kesehatan, S1 Psikologi IIK Bhakta menawarkan fokus pembelajaran pada psikologi kesehatan, didukung kegiatan praktikum, laboratorium, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebelum daftar kuliah psikologi, pastikan untuk membandingkan kurikulum, fokus program studi, fasilitas, prospek karier, biaya kuliah psikologi, serta persyaratan penerimaan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Ingin mengetahui lebih lanjut tentang S1 Psikologi IIK Bhakta?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pelajari profil program studi, kurikulum, fasilitas, biaya pendidikan, dan informasi pendaftaran melalui laman resmi S1 Psikologi IIK Bhakta dan PMB. Pendaftaran masih dibuka hingga 2 Oktober 2026. Jadi tunggu apa lagi? Daftar sekarang juga yuk!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>FOMO (fear of missing out), doom scrolling, kebiasaan membandingkan diri di media sosial, hingga tekanan untuk selalu terlihat produktif menjadi bagian dari kehidupan digital. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa memahami cara manusia berpikir, merasa, dan berperilaku semakin relevan di tengah perubahan teknologi dan kehidupan sosial. Hal inilah yang membuat jurusan psikologi tetap menarik untuk dipelajari. Psikologi&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4563,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[36],"tags":[948,1207,538,343,1208,1209],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.6.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Jurusan Psikologi Makin Dibutuhkan di Era Digital, Ini Alasannya - Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"FOMO (fear of missing out) atau kebiasaan membandingkan diri di media sosial masih sering terjadi. Ini alasan jurusan psikologi dibutuhkan!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2026\/09\/28\/jurusan-psikologi-makin-dibutuhkan-di-era-digital-ini-alasannya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Jurusan Psikologi Makin Dibutuhkan di Era Digital, Ini Alasannya - Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"FOMO (fear of missing out) atau kebiasaan membandingkan diri di media sosial masih sering terjadi. Ini alasan jurusan psikologi dibutuhkan!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2026\/09\/28\/jurusan-psikologi-makin-dibutuhkan-di-era-digital-ini-alasannya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-28T09:36:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-09-28T09:36:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/doom-scrolling-jurusan-psikologi.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"559\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"IIK BLOG USER\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"IIK BLOG USER\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2026\/09\/28\/jurusan-psikologi-makin-dibutuhkan-di-era-digital-ini-alasannya\/\",\"url\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2026\/09\/28\/jurusan-psikologi-makin-dibutuhkan-di-era-digital-ini-alasannya\/\",\"name\":\"Jurusan Psikologi Makin Dibutuhkan di Era Digital, Ini Alasannya - Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-09-28T09:36:18+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-28T09:36:31+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/#\/schema\/person\/c08d15bea219bf6c5cd41f61ee9147f4\"},\"description\":\"FOMO (fear of missing out) atau kebiasaan membandingkan diri di media sosial masih sering terjadi. Ini alasan jurusan psikologi dibutuhkan!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2026\/09\/28\/jurusan-psikologi-makin-dibutuhkan-di-era-digital-ini-alasannya\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2026\/09\/28\/jurusan-psikologi-makin-dibutuhkan-di-era-digital-ini-alasannya\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2026\/09\/28\/jurusan-psikologi-makin-dibutuhkan-di-era-digital-ini-alasannya\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Jurusan Psikologi Makin Dibutuhkan di Era Digital, Ini Alasannya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/\",\"name\":\"Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/#\/schema\/person\/c08d15bea219bf6c5cd41f61ee9147f4\",\"name\":\"IIK BLOG USER\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e593e8c44624bb49033fae92af2002e1?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e593e8c44624bb49033fae92af2002e1?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"IIK BLOG USER\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/\"],\"url\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/author\/iikbloguser\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Jurusan Psikologi Makin Dibutuhkan di Era Digital, Ini Alasannya - Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata","description":"FOMO (fear of missing out) atau kebiasaan membandingkan diri di media sosial masih sering terjadi. Ini alasan jurusan psikologi dibutuhkan!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2026\/09\/28\/jurusan-psikologi-makin-dibutuhkan-di-era-digital-ini-alasannya\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Jurusan Psikologi Makin Dibutuhkan di Era Digital, Ini Alasannya - Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata","og_description":"FOMO (fear of missing out) atau kebiasaan membandingkan diri di media sosial masih sering terjadi. Ini alasan jurusan psikologi dibutuhkan!","og_url":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2026\/09\/28\/jurusan-psikologi-makin-dibutuhkan-di-era-digital-ini-alasannya\/","og_site_name":"Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata","article_published_time":"2026-09-28T09:36:18+00:00","article_modified_time":"2026-09-28T09:36:31+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":559,"url":"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/doom-scrolling-jurusan-psikologi.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"IIK BLOG USER","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"IIK BLOG USER","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2026\/09\/28\/jurusan-psikologi-makin-dibutuhkan-di-era-digital-ini-alasannya\/","url":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2026\/09\/28\/jurusan-psikologi-makin-dibutuhkan-di-era-digital-ini-alasannya\/","name":"Jurusan Psikologi Makin Dibutuhkan di Era Digital, Ini Alasannya - Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata","isPartOf":{"@id":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2026-09-28T09:36:18+00:00","dateModified":"2026-09-28T09:36:31+00:00","author":{"@id":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/#\/schema\/person\/c08d15bea219bf6c5cd41f61ee9147f4"},"description":"FOMO (fear of missing out) atau kebiasaan membandingkan diri di media sosial masih sering terjadi. Ini alasan jurusan psikologi dibutuhkan!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2026\/09\/28\/jurusan-psikologi-makin-dibutuhkan-di-era-digital-ini-alasannya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2026\/09\/28\/jurusan-psikologi-makin-dibutuhkan-di-era-digital-ini-alasannya\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2026\/09\/28\/jurusan-psikologi-makin-dibutuhkan-di-era-digital-ini-alasannya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Jurusan Psikologi Makin Dibutuhkan di Era Digital, Ini Alasannya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/","name":"Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/#\/schema\/person\/c08d15bea219bf6c5cd41f61ee9147f4","name":"IIK BLOG USER","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e593e8c44624bb49033fae92af2002e1?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e593e8c44624bb49033fae92af2002e1?s=96&d=mm&r=g","caption":"IIK BLOG USER"},"sameAs":["https:\/\/iik.ac.id\/blog\/"],"url":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/author\/iikbloguser\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4561"}],"collection":[{"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4561"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4561\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4562,"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4561\/revisions\/4562"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4563"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4561"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4561"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4561"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}