{"id":60,"date":"2013-02-01T07:00:00","date_gmt":"2013-02-01T07:00:00","guid":{"rendered":"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/?p=60"},"modified":"2020-04-15T03:04:23","modified_gmt":"2020-04-15T03:04:23","slug":"go-green-save-the-earth","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2013\/02\/01\/go-green-save-the-earth\/","title":{"rendered":"Go Green, Save the Earth!"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Ayo Kurangi Pemanasan Global (Global Warming)<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image alignwide size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"650\" height=\"366\" src=\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/image.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-61\" srcset=\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/image.png 650w, https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/image-300x169.png 300w\" sizes=\"(max-width: 650px) 100vw, 650px\" \/><figcaption>Es di Kutub Utara mencair karena akibat dari pemanasan global<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p><strong><a href=\"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/2013\/02\/01\/go-green-save-the-earth\/(opens in a new tab)\" target=\"_blank\" aria-label=\"Pemanasan Global  (opens in a new tab)\" rel=\"noreferrer noopener\" class=\"aioseop-link\">Pemanasan Global <\/a>&#8211; <\/strong>Go Green merupakan suatu kampanye untuk mengurangi pemanasan global atau Global Warming. Global warming adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.<\/p>\n\n\n\n<p>Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 \u00b1 0.18 \u00b0C (1.33 \u00b1 0.32 \u00b0F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, &#8220;sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia&#8221; melalui efek rumah kaca.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi orang awam, efek rumah kaca masih diartikan sebagai sebuah kondisi yang diakibatkan adanya bangunan-bangunan tinggi yang dindingnya didominasi oleh kaca. Sehingga, bangunan tersebut akan memantulkan panas yang berasal dari matahari yang menyebabkan suhu di permukaan bumi meningkat.<\/p>\n\n\n\n<p><br>Pengertian efek rumah kaca tersebut tidaklah tepat. Dari penelitian yang dilakukan para ahli, terjadinya peningkatan suhu udara sebagai dampak fenomena efek rumah kaca&nbsp; ini diakibatkan semakin tingginya konsumsi gas. Hal ini terjadi seiring proses pembakaran yang berasal dari bahan bakar fosil, baik pada kendaraan bermotor maupun mesin pabrik. Demikian pula, pemakaian peralatan listrik yang tidak terkendali, menyebabkan peningkatan suhu bumi karena proses pembakaran pembangkit tenaga listrik yang semakin besar.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image alignwide size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"809\" height=\"676\" src=\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/image-1.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-62\" srcset=\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/image-1.png 809w, https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/image-1-300x251.png 300w, https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/image-1-768x642.png 768w\" sizes=\"(max-width: 809px) 100vw, 809px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Jika kondisi ini tidak dikendalikan, maka dampak yang terjadi akan menyebabkan kerugian besar bagi seluruh manusia di bumi ini. Berikut beberapa dampak yang ditimbulkan dari efek rumah kaca, diantaranya adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Makin tingginya suhu permukaan bumi berdampak pada terjadinya cuaca yang cukup ekstrem pada saat ini. Dimana pada siang hari terasa sangat menyengat dan pada malam hari, udara terasa sangat dingin.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image alignwide size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"630\" height=\"350\" src=\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/image-2.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-63\" srcset=\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/image-2.png 630w, https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/image-2-300x167.png 300w\" sizes=\"(max-width: 630px) 100vw, 630px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<ul><li>Mulai mencairnya beberapa gunung es yang terdapat di wilayah kutub. Hali ini karena suhu di kutub mulai meningkat dan mengurangi kemampuan pembekuan es yang ada di kawasan tersebut.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image alignwide size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"1024\" height=\"768\" src=\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/image-3-1024x768.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-64\" srcset=\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/image-3-1024x768.png 1024w, https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/image-3-300x225.png 300w, https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/image-3-768x576.png 768w, https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/image-3.png 1152w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<ul><li>Makin bertambahnya ketinggian air laut yang diakibatkan suhu air laut meningkat. Akibatnya pada saat ini semakin banyak ancaman dari tenggelamnya beberapa kawasan daratan di dunia.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image alignwide\"><img decoding=\"async\" src=\"blob:https:\/\/iik.ac.id\/4abfd580-8e61-48c8-a557-0f0cba8f4510\" alt=\"\"\/><\/figure>\n\n\n\n<ul><li>Terganggunya fungsi hutan dalam menyerap partikel bebas seperti CO2 yang ada di udara. Akibatnya, senyawa tersebut tidak tersaring dan mencemari lingkungan serta merusak atmosfer bumi.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image alignwide size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"537\" height=\"403\" src=\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/image-4.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-65\" srcset=\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/image-4.png 537w, https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/image-4-300x225.png 300w\" sizes=\"(max-width: 537px) 100vw, 537px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Untuk mengurangi efek rumah kaca tersebut, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Mengurangi pembakaran yang berbahan baku fosil baik pada kendaraan bermotor maupun mesin pabrik. Gunakanlah pembakaran seperlunya dan seefektif mungkin untuk menghindari semakin banyaknya gas karbondioksida.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image alignwide size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"478\" height=\"332\" src=\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/image-5.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-66\" srcset=\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/image-5.png 478w, https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/image-5-300x208.png 300w\" sizes=\"(max-width: 478px) 100vw, 478px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<ul><li>Sudah saatnya sekarang manusia beralih menggunakan kendaraan yang ramah lingkungan seperti sepeda atau menciptakan kendaraan tak bermesin untuk alat trasportasi jarak dekat.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image alignwide\"><img decoding=\"async\" src=\"blob:https:\/\/iik.ac.id\/57155ef2-f6b0-4063-8bad-3060654f2f16\" alt=\"\"\/><\/figure>\n\n\n\n<ul><li>Mengurangi pemakaian senyawa CFC pada lemari es dan pendingin&nbsp; ruangan.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image alignwide size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"536\" height=\"321\" src=\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/image-6.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-67\" srcset=\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/image-6.png 536w, https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/image-6-300x180.png 300w\" sizes=\"(max-width: 536px) 100vw, 536px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<ul><li>Membudayakan gerakan menanam pohon dan penghijauan karena pohon merupakan perangkat paling efektif sebagai penyaring udara kotor.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image alignwide size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"600\" height=\"400\" src=\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/image-7.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-68\" srcset=\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/image-7.png 600w, https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/image-7-300x200.png 300w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<ul><li>Penghematan penggunaan listrik untuk mengurangi beban pembangkit listrik.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image alignwide size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"540\" height=\"270\" src=\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/image-8.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-69\" srcset=\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/image-8.png 540w, https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/image-8-300x150.png 300w\" sizes=\"(max-width: 540px) 100vw, 540px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Sebarkan ilmu dan wawasan yang kita punya mengenai pengertian efek rumah kaca dan <a href=\"http:\/\/iik.ac.id\/blog\/2013\/02\/01\/go-green-save-the-earth\/(opens in a new tab)\" target=\"_blank\" aria-label=\"Global Warming (opens in a new tab)\" rel=\"noreferrer noopener\" class=\"aioseop-link\">Global Warming<\/a> beserta dampaknya. Dan temukanlah solusi cerdas dan hemat dalam menjadikan hidup ini lebih indah dan lebih hijau! Let\u2019s&nbsp; Go Green to Save The Earth!!<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ayo Kurangi Pemanasan Global (Global Warming) Pemanasan Global &#8211; Go Green merupakan suatu kampanye untuk mengurangi pemanasan global atau Global Warming. Global warming adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 \u00b1 0.18 \u00b0C (1.33 \u00b1 0.32 \u00b0F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":63,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[33,34,35],"tags":[],"aioseo_notices":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.6.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Go Green, Save the Earth! - Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2013\/02\/01\/go-green-save-the-earth\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Go Green, Save the Earth! - Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ayo Kurangi Pemanasan Global (Global Warming) Pemanasan Global &#8211; Go Green merupakan suatu kampanye untuk mengurangi pemanasan global atau Global Warming. Global warming adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 \u00b1 0.18 \u00b0C (1.33 \u00b1 0.32 \u00b0F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2013\/02\/01\/go-green-save-the-earth\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2013-02-01T07:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2020-04-15T03:04:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/image-2.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"630\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"350\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2013\/02\/01\/go-green-save-the-earth\/\",\"url\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2013\/02\/01\/go-green-save-the-earth\/\",\"name\":\"Go Green, Save the Earth! - Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/#website\"},\"datePublished\":\"2013-02-01T07:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2020-04-15T03:04:23+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2013\/02\/01\/go-green-save-the-earth\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2013\/02\/01\/go-green-save-the-earth\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2013\/02\/01\/go-green-save-the-earth\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Go Green, Save the Earth!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/\",\"name\":\"Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"\",\"url\":\"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/author\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Go Green, Save the Earth! - Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2013\/02\/01\/go-green-save-the-earth\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Go Green, Save the Earth! - Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata","og_description":"Ayo Kurangi Pemanasan Global (Global Warming) Pemanasan Global &#8211; Go Green merupakan suatu kampanye untuk mengurangi pemanasan global atau Global Warming. Global warming adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 \u00b1 0.18 \u00b0C (1.33 \u00b1 0.32 \u00b0F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental...","og_url":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2013\/02\/01\/go-green-save-the-earth\/","og_site_name":"Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata","article_published_time":"2013-02-01T07:00:00+00:00","article_modified_time":"2020-04-15T03:04:23+00:00","og_image":[{"width":630,"height":350,"url":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/image-2.png","type":"image\/png"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2013\/02\/01\/go-green-save-the-earth\/","url":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2013\/02\/01\/go-green-save-the-earth\/","name":"Go Green, Save the Earth! - Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata","isPartOf":{"@id":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2013-02-01T07:00:00+00:00","dateModified":"2020-04-15T03:04:23+00:00","author":{"@id":""},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2013\/02\/01\/go-green-save-the-earth\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2013\/02\/01\/go-green-save-the-earth\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/2013\/02\/01\/go-green-save-the-earth\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Go Green, Save the Earth!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/","name":"Institut Ilmu Kesehatan Bhakti WIyata","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"","url":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/author\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60"}],"collection":[{"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=60"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":189,"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60\/revisions\/189"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/63"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=60"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=60"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/iik.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=60"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}