Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata (IIK Bhakta) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2025. Sebanyak 623 mahasiswa dari berbagai program studi resmi dilepas untuk menjalankan KKN di Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, yang mencakup 18 desa.
Acara pembukaan dan pelepasan KKN dilaksanakan secara resmi di halaman kantor Kecamatan Wates dengan dihadiri oleh jajaran pimpinan IIK Bhakta, perwakilan pemerintah desa se kecamatan Wates Kediri, Forkopimcam Wates, kepala desa dari 18 lokasi sasaran, serta para dosen pembimbing lapangan.
Dalam sambutannya, Rektor IIK Bhakti Wiyata, Prof. Dr. Apt. Muhamad Zainuddin menyampaikan harapan besar kepada seluruh mahasiswa agar mampu menjadi agen perubahan yang bermanfaat bagi masyarakat desa.
"KKN bukan hanya sekadar kewajiban akademik, tetapi juga bentuk nyata pengabdian dan penerapan ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah. Kami berharap para mahasiswa mampu berbaur dengan masyarakat, mendengarkan kebutuhan mereka, serta memberikan solusi nyata sesuai dengan bidang keilmuannya," jelasnya.
Kecamatan Wates dipilih sebagai lokasi KKN karena memiliki beragam potensi lokal yang dapat dikembangkan serta kebutuhan masyarakat yang sejalan dengan kompetensi mahasiswa IIK Bhakta, seperti di bidang kesehatan masyarakat, gizi, kebersihan lingkungan, edukasi kesehatan, serta pemanfaatan teknologi informasi kesehatan.
Camat Wates, Bapak Subur Widono, S.STP., MM dalam sambutannya mengungkapkan rasa terima kasih atas kepercayaan IIK Bhakta yang menjadikan wilayahnya sebagai lokasi KKN.
"Kami menyambut baik kehadiran adik-adik mahasiswa. Kami harap kegiatan ini bisa membawa dampak positif dan mendorong kemajuan desa-desa kami, baik dari segi kesehatan maupun pembangunan sosial," tuturnya.
Selama kurang lebih 21 hari ke depan, para mahasiswa akan tinggal di desa-desa seperti Desa Wates, Desa Wonorejo hingga Desa Duwet. Mereka akan melaksanakan program-program pemberdayaan masyarakat, seperti pelatihan kader kesehatan, edukasi pola hidup bersih dan sehat (PHBS), pemeriksaan kesehatan gratis, serta kampanye pencegahan stunting.
Selain itu, mahasiswa juga akan mengadakan berbagai program unggulan sesuai kebutuhan desa masing-masing, dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat secara aktif.
Kegiatan KKN ini menjadi bagian penting dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, yang terus dijunjung tinggi oleh IIK Bhakta. Melalui pengalaman ini, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan kepekaan sosial, kemampuan beradaptasi, serta kepemimpinan berbasis komunitas.
Dengan tema "Wujud kampus berdampak dalam penguatan kemandirian masyarakat. EMAS 3.0", IIK Bhakti Wiyata percaya bahwa sinergi antara akademisi dan masyarakat akan menciptakan dampak berkelanjutan dalam mewujudkan desa sehat dan sejahtera.