Tidak hanya berfungsi sebagai seni, teater adalah media yang berfungsi sebagai media ekpresi dan pendidikan. Melalui teater Mahasiswa Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat IIK Bhakti Wiyata Kediri melaksanakan ujian akhir semester genap pada mata kuliah Teknologi Pengembangan Media di Auditorium Adipadma, Rabu (31/07). Para mahasiswa tingkat III ini terbagi menjadi beberapa kelompok untuk mementaskan teater dihadapan dosen, tim promosi kesehatan serta audiens untuk dinilai cara mereka mempromosikan dan mensosialisakan isu-isu kesehatan yang berkembang di tengah masyarakat.
Pementasan yang berlangsung selama dua jam ini dimulai dengan adegan Lembu Sura yang menyebarkan wabah penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) seperti penyakit Sifilis, Klamida,Gonore, Herpes di wilayah kerajaan Kediri yang membuat resah Dewi Kilisuci. Diambil dari Legenda terbentuknya Gunung Kelud, Dewi Kilisuci berusaha menghentikan Lembu Sura dengan turun langsung ke masyarakat untuk memberikan pengetahuan kepada warganya. Berkat kelihaiannya, Dewi Kilisuci mampu mengelabui Lembu Sura untuk masuk ke dalam sumur yang berhasil ditutup oleh Dewi Kilisuci dengan dibantu warga sehingga Lembu Sura pun mati. Kerajaan Kediri yang sebelumnya dikutuk Lembu Sura akan terkena dampak penyakit sifilis pun tak pernah terbukti berkat peran Dewi Kilisuci yang tak pernah berhenti memberi sosialisasi pentingnya “menjaga kesehatan” warganya.
Dalam pentas teater ini mahasiswa juga menyelipkan pesan dan informasi seputar kesehatan melalui dialog antar pemain, tampihan foto dan ilustrasi video informatif yang membuat pementasan teater semakin menarik. Tak pelak selain membuat penonton terhibur dengan penampilan pemain, penonton juga bisa belajar mengenai istilah kesehatan, nilai-nilai promosi kesehatan, seperti dampak dari nikah diusia muda, pentingnya cek kesehatan secara rutin, dan sebagainya.
Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) bahwa wabah IMS di Indonesia tidak terdeteksi jumlahnya dan belum tercatat seperti penyakit HIV/AIDS sehingga memerlukan perhatian kusus bagi pemerintah, sehingga tema ini layak diangkat oleh mahasiswa tutur Reny Nugraheni, Kaprodi FKM IIK Bhakti Wiyata Kediri. Beliau juga menambahkan melalui teater kita semakin mudah memahami dan menyampaikan gagasan. Beliau berharap ujian akhir semester yang dikemas dengan teater ini dapat membuat mahasiswa lain yang menonton teater ini dapat memahami isu-isu kesehatan lainnya. Lebih dari itu harapannya para mahasiswa semakin mahir saat bertugas sebagai tim promosi kesehatan di dunia kerja nanti.
Tidak hanya berfungsi sebagai seni, teater adalah media yang berfungsi sebagai media ekpresi dan pendidikan. Melalui teater Mahasiswa Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat IIK Bhakti Wiyata Kediri melaksanakan ujian akhir semester genap pada mata kuliah Teknologi Pengembangan Media di Auditorium Adipadma, Rabu (17/07). Para mahasiswa tingkat III ini terbagi menjadi beberapa kelompok untuk mementaskan teater dihadapan dosen, tim promosi kesehatan serta audiens untuk dinilai cara mereka mempromosikan dan mensosialisakan isu-isu kesehatan yang berkembang di tengah masyarakat.
Pementasan yang berlangsung selama dua jam ini dimulai dengan adegan Lembu Sura yang menyebarkan wabah penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) seperti penyakit Sifilis, Klamida,Gonore, Herpes di wilayah kerajaan Kediri yang membuat resah Dewi Kilisuci. Diambil dari Legenda terbentuknya Gunung Kelud, Dewi Kilisuci berusaha menghentikan Lembu Sura dengan turun langsung ke masyarakat untuk memberikan pengetahuan kepada warganya. Berkat kelihaiannya, Dewi Kilisuci mampu mengelabui Lembu Sura untuk masuk ke dalam sumur yang berhasil ditutup oleh Dewi Kilisuci dengan dibantu warga sehingga Lembu Sura pun mati. Kerajaan Kediri yang sebelumnya dikutuk Lembu Sura akan terkena dampak penyakit sifilis pun tak pernah terbukti berkat peran Dewi Kilisuci yang tak pernah berhenti memberi sosialisasi pentingnya “menjaga kesehatan” warganya.
Dalam pentas teater ini mahasiswa juga menyelipkan pesan dan informasi seputar kesehatan melalui dialog antar pemain, tampihan foto dan ilustrasi video informatif yang membuat pementasan teater semakin menarik. Tak pelak selain membuat penonton terhibur dengan penampilan pemain, penonton juga bisa belajar mengenai istilah kesehatan, nilai-nilai promosi kesehatan, seperti dampak dari nikah diusia muda, pentingnya cek kesehatan secara rutin, dan sebagainya.
Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) bahwa wabah IMS di Indonesia tidak terdeteksi jumlahnya dan belum tercatat seperti penyakit HIV/AIDS sehingga memerlukan perhatian kusus bagi pemerintah, sehingga tema ini layak diangkat oleh mahasiswa tutur Reny Nugraheni, Kaprodi FKM IIK Bhakti Wiyata Kediri. Beliau juga menambahkan melalui teater kita semakin mudah memahami dan menyampaikan gagasan. Beliau berharap ujian akhir semester yang dikemas dengan teater ini dapat membuat mahasiswa lain yang menonton teater ini dapat memahami isu-isu kesehatan lainnya. Lebih dari itu harapannya para mahasiswa semakin mahir saat bertugas sebagai tim promosi kesehatan di dunia kerja nanti.