Berdasarkan data Badan Pusat Statistika (BPS) 2026 yang dilansir oleh media Kompas, jumlah sarjana menganggur di Indonesia menembus lebih dari 1 juta orang. Di tengah tantangan tersebut, memilih bidang studi yang memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan masyarakat menjadi salah satu pertimbangan penting sebelum masuk perguruan tinggi. Bidang kesehatan menjadi salah satu pilihan yang patut dipertimbangkan.
Memiliki gelar sarjana tidak selalu menjadi jaminan seseorang langsung mendapatkan pekerjaan. Hal tersebut tercermin dari data terbaru ketenagakerjaan Indonesia. Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Mei 2026, jumlah pengangguran yang memiliki latar belakang pendidikan sarjana terapan, S1, S2, hingga S3 mencapai 1.033.182 orang. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 14,31 persen dari total 7,22 juta pengangguran di Indonesia.
Angka tersebut menjadi pengingat bahwa memilih perguruan tinggi dan program studi tidak cukup hanya berdasarkan tren atau sekadar mengejar gelar. Relevansi kompetensi dengan kebutuhan dunia kerja juga perlu menjadi pertimbangan.
Mengapa Memilih Bidang Kesehatan Bisa Menjadi Pertimbangan Strategis?
Salah satu bidang yang dapat dipertimbangkan adalah kesehatan.
Kesehatan merupakan kebutuhan yang terus ada di tengah masyarakat. Rumah sakit, puskesmas, klinik, laboratorium, industri farmasi, fasilitas pelayanan kesehatan, hingga berbagai institusi yang bergerak dalam bidang kesehatan membutuhkan tenaga dengan kompetensi spesifik. Artinya, pendidikan kesehatan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada penguasaan kompetensi profesional yang dapat diterapkan dalam dunia kerja.
Namun, penting untuk digarisbawahi: memilih bidang kesehatan bukan berarti otomatis menjamin seseorang mendapatkan pekerjaan. Prospek lulusan tetap dipengaruhi oleh kompetensi, kualitas pendidikan, pengalaman praktik, kebutuhan tenaga kerja, serta kemampuan individu dalam beradaptasi dengan perkembangan industri.
Karena itu, memilih kampus kesehatan yang tepat menjadi bagian penting dari strategi pendidikan.
Bukan Sekadar Kuliah, tetapi Mempersiapkan Kompetensi
Tantangan pengangguran sarjana juga menunjukkan bahwa perguruan tinggi perlu semakin dekat dengan kebutuhan dunia profesional.
Mahasiswa membutuhkan lebih dari sekadar teori. Mereka perlu mendapatkan pengalaman praktik, pembelajaran yang relevan, dosen yang kompeten, fasilitas yang mendukung, serta lingkungan akademik yang mendorong mereka memahami persoalan nyata di bidangnya.
Di bidang kesehatan, hal tersebut sangat penting karena karena sebagian besar profesi kesehatan memiliki karakter pekerjaan yang sangat aplikatif.
Mahasiswa perlu terbiasa menghadapi situasi nyata, menggunakan peralatan, memahami prosedur, berkomunikasi dengan pasien maupun tenaga kesehatan lain, serta mengambil keputusan berdasarkan kompetensi yang dimiliki.
Dengan demikian, pemilihan program studi sebaiknya tidak berhenti pada pertanyaan "gelarnya apa?", tetapi juga "kompetensi apa yang akan saya miliki setelah lulus?"
IIK Bhakta, Kampus Terkreditasi Unggul yang Fokus pada Pendidikan Kesehatan
Sebagai perguruan tinggi yang fokus pada pendidikan kesehatan, IIK Bhakta memiliki beragam pilihan program pendidikan di bidang kesehatan. Mulai dari Farmasi, Gizi, Keperawatan, Kesehatan Masyarakat, Kebidanan, Teknologi Laboratorium Medis, Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, hingga Kedokteran dan berbagai pendidikan profesi kesehatan.
Fokus tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menempuh pendidikan yang secara spesifik diarahkan pada kebutuhan bidang kesehatan.
Tidak hanya itu, IIK Bhakta saat ini menyandang status terakreditasi Unggul. Status tersebut menjadi salah satu indikator bahwa perguruan tinggi telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan dalam sistem akreditasi pendidikan tinggi.
99 Persen Lulusan Diterima Kerja dalam Waktu 6 Bulan
Salah satu data yang dapat menjadi pertimbangan calon mahasiswa adalah rekam jejak kelulusan. Sebanyak 99 persen lulusan IIK Bhakta diterima kerja sebelum hingga 6 bulan setelah lulus.
Angka tersebut tentu bukan berarti setiap mahasiswa otomatis mendapatkan pekerjaan setelah lulus. Namun, data tracer study dapat menjadi gambaran mengenai outcome lulusan dan relevansi pendidikan yang ditempuh dengan dunia kerja.
Pada beberapa program pendidikan, IIK Bhakta juga menekankan pembelajaran yang aplikatif dan pengalaman praktik. Misalnya, Pendidikan Profesi Apoteker mencantumkan komposisi pembelajaran 60 persen praktik dan 40 persen teori, sementara Pendidikan Profesi Dokter memberikan pengalaman klinis di rumah sakit mitra, puskesmas, dan klinik.
Pendekatan seperti ini penting karena dunia kerja membutuhkan lulusan yang bukan hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkan ilmu secara profesional.
Jangan Hanya Memilih Jurusan, Pilih Masa Depan yang Ingin Dibangun
Fenomena lebih dari satu juta sarjana menganggur memberikan satu pelajaran penting bagi calon mahasiswa: kuliah perlu dipandang sebagai investasi kompetensi, bukan sekadar investasi gelar. Sebelum memilih program studi, calon mahasiswa dapat mempertimbangkan beberapa hal:
Seberapa relevan bidang tersebut dengan kebutuhan masyarakat?
Kompetensi apa yang akan diperoleh selama kuliah?
Seberapa banyak pengalaman praktik yang diberikan?
Bagaimana kualitas dan akreditasi perguruan tingginya?
Bagaimana rekam jejak lulusannya setelah menyelesaikan pendidikan?
Apakah kampus memiliki fasilitas yang mendukung pembelajaran sesuai bidangnya?
Bagi calon mahasiswa yang memiliki minat di bidang kesehatan, pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat menjadi dasar untuk menentukan kampus dan program studi yang tepat.
Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin dinamis, memilih bidang pendidikan yang memiliki keterkaitan dengan kebutuhan nyata masyarakat dapat menjadi langkah strategis.
Kesehatan adalah salah satu bidang yang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat, sehingga membutuhkan tenaga profesional yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi perkembangan zaman.
Kamu pun bisa berkarier menjadi tenaga kesehatan profesional dari kuliah di IIK Bhakta. Saat ini masih dibuka pendaftaran Jalur Reguler 3 sesi 5 hingga 05 September 2026. Kamu bisa mendaftar secara online melalui website www.pmb.iik.ac.id atau datang langsung ke Kantor Pendaftaran, yang berlokasi di Jalan Wachid Hasyim No.65, Kediri. Jadi tunggu apa lagi? Daftar sekarang juga!