Pendaftaran Jalur Reguler 2 Gelombang 2 TA 2026-2027 T.A. 2026 - 2027 Daftar Sekarang

Pendaftaran Profesi Semester Gasal Gelombang 2 TA 2026-2027 T.A. 2026 - 2027 Daftar Sekarang

Pendaftaran Program Khusus Reguler 2 Gelombang 2 TA 2026-2027 T.A. 2026 - 2027 Daftar Sekarang

Pendaftaran Program Alih Jenjang Gelombang 3 TA 2026-2027 T.A. 2026 - 2027 Daftar Sekarang

Pendaftaran Program RPL Gelombang 3 TA 2026-2027 T.A. 2026 - 2027 Daftar Sekarang

Pendaftaran Magister Semester Gasal Gelombang 2 TA 2026-2027 T.A. 2026 - 2027 Daftar Sekarang

Perguruan Tinggi Terbaik No 2 Institut Swasta 2020

Pendaftaran

Info Pendaftaran

Tata Cara Daftar Formulir Pendaftaran Online Tata Cara Pembayaran Online Jadwal Pendaftaran Prodi Tepat Untukmu Info Biaya Pendidikan Info Beasiswa Program Kelas Karyawan

Info Kost, Transportasi & Biaya Hidup

Asrama Mahasiswa KOSy Kost Mahasiswa Transportasi Prediksi Biaya Hidup

Fakultas

Fakultas Farmasi

Pendidikan Profesi Apoteker S1 Farmasi D3 Farmasi D3 Teknologi Industri Farmasi & Pangan

Fakultas Kesehatan

Pendidikan Profesi NERS Pendidikan Profesi Bidan S1 Keperawatan S1 Kebidanan S1 Gizi S1 Fisioterapi S1 Psikologi D4 Pengobatan Tradisional Tiongkok D3 Fisioterapi D3 Kebidanan

Fakultas Kedokteran

Pendidikan Profesi Dokter S1 Kedokteran

Fakultas Kedokteran Gigi

Pendidikan Profesi Dokter Gigi S1 Pendidikan Dokter Gigi D3 Teknik Gigi

Fakultas Teknologi dan Manajemen Kesehatan

S2 Kesehatan Masyarakat S1 Kesehatan Masyarakat S1 Administrasi Rumah Sakit D4 Teknologi Laboratorium Medis D3 Teknologi Laboratorium Medis D3 Rekam Medis & Informasi Kesehatan

Tentang IIK Bhakta

Profil IIK Bhakta

Sejarah & Perkembangan IIK Bhakta Sambutan Rektor Visi Misi Reputasi Rektor IIK Bhakta masa ke masa Prestasi Jajaran Pimpinan IIK Bhakta Dewan Penyantun IIK Bhakta Maskot Bhakta Filosofi Pendidikan

News & Events

Upcoming Event Latest News Announcement

Adipadma Library

Adipadma Library Repository Adipadma Library Online Catalog

Fasilitas & Peta Kampus

Fasilitas Kampus Peta Kampus IIK Bhakta Virtual Tour

Services Unit

Rumah Sakit Gigi & Mulut IIK Bhakta Pelayanan Kemahasiswaan & Alumni Pusat Bahasa PLTI (Pusat Layanan Tes Indonesia)

Other

Blog Lumina Kalender Akademik Bhakta Peduli Bhakta Shop Pusat Karir Bhakta

Kehidupan Kampus

Organisasi Mahasiswa DPM BEM HIMA UKM
MBKM

Search

Apa yang sedang kamu cari ?

Waspada, Aerator dan Tabung Oksigen Beda Fungsi Lho!

16 Aug 2021 16:39 by Rizki Aprilia

Tingginya kasus Covid-19 di Indonesia, menyebabkan kelangkaan tabung oksigen. Hal ini dibuktikan dengan sejumlah rumah sakit mengeluh bahwa stok oksigen saat  ini sudah banyak yang kosong dan sebagian orang yang dirawat di rumah juga mengalami kesulitan untuk mendapatkan tabung oksigen.  Menanggapi hal tersebut, belakangan ini muncul viral di sosial media bahwa aerator akuarium dapat digunakan sebagai pengganti tabung oksigen terutama bagi pasien Covid-19 yang mengalami gejala sesak nafas.

Salah satu unggahan itu memperlihatkan cara membuat alat penyaring udara sederhana serta foto dan video merakit aerator. Dalam beberapa unggahan tersebut, alat-alat untuk membuat oksigen itu, disebutkan antara lain aerator aquarium, botol bekas, selang, dan air. Teknik tersebut pun diklaim lebih murah, karena hanya bermodalkan Rp 150 ribu saja dan ketersediaan alat mudah didapatkan dengan memanfaatkan alat-alat dari rumah.

Lalu benarkah aerator dapat berfungsi sama dengan tabung oksigen sebagai alat bantu pernapasan?

Faktanya, Kepala Balai Pengembangan Instrumentasi di LIPI, Bapak Anto Tri Sugiarto, menjelaskan, alat tersebut tidak akan dapat menambah jumlah oksigen yang dihirup. Pompa aerator hanya membantu mengirim udara ke saluran pernapasan. Lebih lanjut, dosen Fakultas Teknologi dan Manajemen Kesehatan IIK Bhakta, Bapak Fery Eko Pujiono, S.Si., M.Si. juga menjelaskan bahwa pasien yang menderita sesak nafas membutuhkan suplai oksigen dari tabung oksigen, yang mana kandungan oksigennya antara 99 - 100%. Tidak seperti halnya cara kerja aerator yang menghembuskan udara normal dengan kandungan oksigen hanya 20% saja. Penggunaannya pun hanya untuk melarutkan oksigen ke dalam air. Jadi tidak tepat jika aerator digunakan untuk menyuplai oksigen bagi pasien sesak nafas, terutama pasien Covid-19.

Sementara itu, dokter spesialis paru Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Bapak Prasenohadi juga menyampaikan bahwa aerator sebenarnya alat yang digunakan di akuarium dan berfungsi untuk menghasilkan  gelembung udara agar udara dan oksigen dalam udara tadi terdifusi dalam air akuarium, membuat air akuarium kaya akan oksigen untuk pernapasan ikan dalam air.

Sedangkan alat bantu pernapasan untuk manusia telah tersedia dan diproduksi dengan kualitas yang sesuai standar. Meski belum ada kajian ilmiah, ia menduga alat tersebut hanya menghasilkan udara yang lebih dingin dan lembab. Kelembaban tersebut penting agar saluran napas tidak kering atau terjadi iritasi.

“Mungkin dampak negatif penggunaan alat ini tidak ada dan masih harus dibuktikan. Tetapi, jika alat ini digunakan oleh orang normal, maka saluran pernapasannya akan menjadi lebih lembab. Bahkan, mungkin akan timbul infeksi atau penyakit tertentu lainnya,” tutur beliau.

Mengingat saluran pernapasan maupun organ dalam lainnya membutuhkan ilmu khusus, Bapak Pras pun menghimbau masyarakat untuk tidak mengembangkan alat kesehatan dari pemahaman sehari-hari.

Temukan perbedaan lainnya dari aerator dan tabung oksigen dengan menonton link pada video ini hingga selesai!

https://www.instagram.com/p/CSiSmyqFjGP/

Jangan lupa share kepada kerabat, saudara, dan teman yang membutuhkan informasi terkini tentang kesehatan.

Sumber: suara.com

icon e-brosur

Kirim e-Brosur

Ingin tahu detail info tiap prodi di IIK Bhakta dan info beasiswa? kami akan mengirimkan brosur lengkap untuk Anda!