Bayi Sehat Dan Cukup Gizi? Perhatikan MPASI Dengan Tepat!
27 Jul 2023 10:38 by Rizki Aprilia
Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) dianggap penting dalam proses tumbuh kembang anak. Terutama dalam usia 1000 hari pertama anak. Oleh sebab itu, ibu harus memperhatikan MPASI dengan tepat, mulai dari kandungan makanan hingga jadwal yang sesuai.
1. Tepat Waktu
“MPASI harus diberikan saat ASI saja sudah tidak cukup memenuhi nutrisi bayi, yaitu mulai usia 6 bulan,” kata Dosen S1 Kebidanan IIK Bhakta Dwi Margareta Andini, M.Keb. Selain dari usia, kesiapan bayi mendapatkan MPASI dapat dilihat dari kebiasaan si kecil. Berikut adalah tanda-tanda bayi sudah siap mendapatkan MPASI pertama.
- Bayi sudah mampu menahan kepala dan leher untuk tetap tegak saat posisi duduk
- Refleks ekstrusi atau refleks menjulurkan lidah pada bayi sudah mulai berkurang atau menghilang
- Keterampilan oromotor bayi sudah baik. Yaitu, bayi dapat mengunyah makanan dengan baik.
- Anak mulai menunjukkan ketertarikan terhadap makanan.
2. Cukup (Adequate)
Menurut WHO, strategi pemberian MPASI harus mencakup prinsip adequate. “Adequate ini adalah pemberian MPASI harus memenuhi kebutuhan makronutrien dan mikronutrien,” jelas dosen yang akrap disapa Dwi, itu.
Makronutrien yang dimaksud seperti karbohidrat, protein, dan lemak. Sementara itu, mikronutrien antara lain vitamin dan mineral. Adequate dapat terpenuhi apabila MPASI yang diberikan kepada bayi sudah mengandung karbohidrat sebesar 35-60% dari total kebutuhan kalori anak, protein yang mengutamakan protein hewani mencakup 10-15%, dan lemak sebanyak 30-45%, serta sedikit sayur sebagai tahap pengenalan terhadap bayi.
Meski banyak beredar buatan pabrik, Dwi tetap menganjurkan ibu dapat menyiapkan MPASI sendiri dengan memperhatikan kandungan mikronutrien dan makronutrien. Selain kandungan, tektur makanan juga perlu diperhatikan. Hal tersebut dapat disesuaikan dengan usia bayi.
3. Pemberian Dengan Cara Yang Tepat
Pemberian MPASI dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan konsep lapar dan kenyang pada bayi. Selain kandungan makanan, penting juga memperhatikan jadwal pemberian MPASI secara tepat. “Mengatur jadwal di sini tergantung dari durasi pengosongan lambung bayi,” terang Dwi. Anggap saja pengosongan makanan dari lambung membutuhkan waktu selama 2 jam. Artinya, pemberian makanan dilakukan setiap 2 jam.
Dwi memberikan contoh jadwal pemberian MPASI, sebagai berikut.
| Waktu | Jenis Makanan |
| 06:00 | Makan Pagi |
| 08:00 | ASI |
| 10.00 | Snack atau ASI |
| 12:00 | Makan Siang |
| 14:00 | ASI |
| 16:00 | ASI |
| 18:00 | Makan Malam |
Menurut Dwi, pemberian MPASI tidak melulu mengikuti aturan setiap 2 jam. Namun, dapat menyesuaikan dengan durasi pengosongan lambung bayi atau saat bayi memberikan sinyal lapar.
4. Mengukur Ketepatan MPASI
Ibu diharapkan selalu memantau tumbuh kembang si buah hati. Sehingga ibu dapat mengontrol ketepatan MPASI yang telah diberikan. “Apakah sudah sesuai atau tidak,” kata Dwi. Bagaimana caranya? Dengan rutin memantau berat badan anak, kenaikan panjang badan, dan ukuran lingkar kepala.
Dwi menganjurkan ibu selalu mencatat hal-hal tersebut secara teratur dalam buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak). Sehingga apabila terjadi gangguan pada kesehatan anak, ibu dapat segera melakukan intervensi dengan cepat dan tepat.
Orang tua wajib menikmati proses pemberian MPASI. Selain bertujuan untuk memberikan nutrisi dan melatih kemampuan makan anak, MPASI juga dapat merekatkan hubungan si kecil dan orang tua. Ulasan ini juga dapat dinikmati dalam bentuk video di official youtube channel IIK Bhakti Wiyata klik di sini.