Pendaftaran Jalur Reguler 2 Gelombang 2 TA 2026-2027 T.A. 2026 - 2027 Daftar Sekarang
Pendaftaran Profesi Semester Gasal Gelombang 2 TA 2026-2027 T.A. 2026 - 2027 Daftar Sekarang
Pendaftaran Program Khusus Reguler 2 Gelombang 2 TA 2026-2027 T.A. 2026 - 2027 Daftar Sekarang
Pendaftaran Program Alih Jenjang Gelombang 3 TA 2026-2027 T.A. 2026 - 2027 Daftar Sekarang
Pendaftaran Program RPL Gelombang 3 TA 2026-2027 T.A. 2026 - 2027 Daftar Sekarang
Pendaftaran Magister Semester Gasal Gelombang 2 TA 2026-2027 T.A. 2026 - 2027 Daftar Sekarang
Pendaftaran Jalur Reguler 2 Gelombang 2 TA 2026-2027 T.A. 2026 - 2027 Daftar Sekarang
Pendaftaran Profesi Semester Gasal Gelombang 2 TA 2026-2027 T.A. 2026 - 2027 Daftar Sekarang
Pendaftaran Program Khusus Reguler 2 Gelombang 2 TA 2026-2027 T.A. 2026 - 2027 Daftar Sekarang
Pendaftaran Program Alih Jenjang Gelombang 3 TA 2026-2027 T.A. 2026 - 2027 Daftar Sekarang
Pendaftaran Program RPL Gelombang 3 TA 2026-2027 T.A. 2026 - 2027 Daftar Sekarang
Pendaftaran Magister Semester Gasal Gelombang 2 TA 2026-2027 T.A. 2026 - 2027 Daftar Sekarang
Pendaftaran Magister Semester Gasal Gelombang 2 TA 2026-2027 T.A. 2026 - 2027 Daftar Sekarang
Telah dibuka Program Kelas Karyawan (Kategori RPL, Progsus dan Alih Jenjang) TA 2024-2025Info Selengkapnya
Tanaman Porang (Amorphophallus Muelleri) atau dikenal dengan iles-iles kini menjadi sorotan. Jenis tanaman umbi-umbian ini kaya kandungan karbohidrat, dipercaya lebih menyehatkan dibandingkan nasi.
Sebenarnya tanaman porang sudah ada sejak zaman penjajahan Jepang. Masyarakat dipaksa untuk mendapatkan porang untuk keperluan bahan pangan dan industri. Tanaman ini tumbuh liar di hutan. Namun, sekarang sudah mulai dibudidayakan dengan sistem perkebunan, yaitu tumpang sari dengan pohon sawit, sengon, karet, dan pohon pisang.
Keunggulan Porang
Porang memiliki keunggulan dibandingkan jenis umbi-umbian lain. Sebab, porang memiliki kandungan glukomanan sekitar 45-65%, sehingga memiliki nilai ekonomis yang menjanjikan. “Bahkan bernilai ekspor,” kata Dosen S1 Gizi IIK Bhakta Arya Ulilalbab STP MKes.
Apa itu glukomanan? Arya menerangkan glukomanan adalah salah satu jenis serat pangan yang memiliki kemampuan daya serap air yang sangat baik. Sehingga cocok digunakan menjadi bahan pembuatan mie, bakso, beras shirataki, dan mie shirataki. Juga dapat digunakan sebagai pengganti gelatin.
Selain itu, porang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, antara lain.
1. Menurunkan Kadar Kolesterol di Dalam Darah
Sebuah studi penelitian yang melibatkan 22 penderita diabetes tipe 2 menunjukkan bahwa pemberian suplemen glukomanan efektif menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL). Dalam penelitian itu, pasien diberi 3.6 gram suplemen glukomanan per hari selama 28 hari. Dengan penurunan kadar kolesterol jahat, risiko penyakit pembuluh darah seperti jantung dan stroke ikut menurun.
Meski demikian, penggunaan porang dalam pengobatan penyakit harus tetap dikonsultasikan dengan dokter. Sebab, ada efek samping yang dirasakan tubuh apabila tidak cocok dengan kandungan porang.
2. Membantu Penyerapan Kalsium
Porang juga memiliki manfaat kesehatan lainnya, yaitu penyerapan kalsium. Arya menjelaskan porang mengandung kristal kalsium oksalat dan alkaloid. Asam oksalat adalah senyawa anti gizi yang dapat mengikat kalsium. Ini bermanfaat untuk menyerap kalsium yang penting untuk fungsi saraf dan serat otot.
3. Alternatif Cemilan Sehat
Tidak memiliki warna, tidak berbau, dan konsistensi menyerupai agar-agar. Karakteristik itulah yang menjadikan porang dapat diolah menjadi cemilan sehat berupa agar-agar. Ditambah dengan kandungan kaya serat, porang cocok digunakan sebagai makanan yang sedang diet.
4. Membantu Menurunkan Berat Badan
Porang mengandung glukomanan yang memiliki kemampuan menyerap air dan membentuk massa yang kental seperti gel. Dengan mengonsumsi porang, mampu menunda pengosongan lambung dan waktu transit makanan dari lambung ke usus halus berjalan lebih lambat. Kondisi ini memberikan efek rasa kenyang karena perut terasa penuh.
Selain itu, konsumsi porang juga mampu mengurangi jumlah energi yang dihasilkan per satuan berat makanan karena total energi porang cukup rendah, yaitu 3 kkal/gram. Dua mekanisme ini saling bekerjasama untuk absorbs gula dan lemak yang lebih rendah. Sehingga mampu menurunkan berat badan.
Sementara itu, nasi putih 100 gram, memiliki kandungan 129 kkal. Beda tipis, 100 gram nasi merah mengandung 110 kkal. Oleh sebab itu, porang lebih bermanfaat bagi kesehatan dibandingkan nasi. Namun, tetap saja, Anda harus menyesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing. Beberapa orang memang tidak bisa mengonsumsi porang dalam jumlah banyak.
Materi ini sangat menarik bukan? Anda dapat mengetahui lebih detail di channel official youtube IIK Bhakta.