Sebagai wujud kepedulian terhadap tingginya pasien COVID-19 di Indonesia, RSGM IIK Bhakti Wiyata bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan menyediakan layanan ruang isolasi bagi pasien COVID-19 bergejala ringan dan pasien OTG. Sebelumnya, tim RSGM IIK Bhakti Wiyata telah melakukan pengajuan dan proses verifikasi berkas kepada Kemenkes dan kini ruang isolasi mandiri di RSGM IIK Bhakti Wiyata pun resmi di launching pasca mendapat persetujuan dari Kemenkes. Launching peresmian ruang isolasi ini dilakasanakan pada hari Jumat, 13 Agustus 2021 lalu dan dilakukan secara daring dan luring.
Para undangan yang hadir diantaranya Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kota Kediri yang diwakilkan oleh staf pengelola faskes rujukan, Direktur PT. Husada Wiyata Mulya beserta perwakilannya dan pihak RSGM IIK Bhakti Wiyata.
Adapun fasilitas yang sudah siap diberikan kepada pasien COVID-19 untuk isolasi di RSGM IIK Bhakti Wiyata adalah:
- Ruang IGD yang digunakan khusus untuk screening pasien sebelum masuk di ruang isolasi.
- 14 Bed yang diletakkan di ruang isolasi khusus Gedung Adpadama lantai 6
- WiFi
- Televisi
- Ruang interaksi
- Ruang ibadah dan
- Makanan sehat selama pasien COVID-19 menjalani isolasi mandiri di RSGM IIK Bhakti Wiyata
Pihak RSGM mengaku sudah siap dan matang dalam mempersiapkan ruang isolasi ini untuk pasien COVID-19. Akses jalan dan lift juga telah dibuat aman dan dipastikan memiliki jalur khusus agar tidak tercampur dengan akses bagi mahasiswa, guru, dosen lainnya untuk meminimalisir terjadinya penularan virus COVID-19. Layanan ini akan terbuka secara umum dan pasien yang akan menjalani isolasi di RSGM IIK Bhakti Wiyata akan dikategorikan dengan ketentuan sebagai berikut:
- Bergejala ringan dan pasien OTG (Orang Tanpa Gejala)
- Usia 18-45 tahun
- Tidak memiliki Komorbid/penyakit penyerta
- Penerimaan pasien pukul 09:00-11:00 dan wajib konfirmasi terlebih dahulu.
Sekedar informasi, bila saat isolasi pasien membutuhkan oksigen, tim RSGM juga sudah menyiapkan oksigen jika ada pasien yang berindikasi membutuhkan oksigen. Dalam masa perawatan, pasien juga akan menerima obat dan vitamin sesuai kebutuhan pasien. Dokter jaga juga sudah dipersiapkan setiap harinya untuk selalu memantau perkembangan kesehatan pasien. Pasien yang akan menjalani isolasi di RSGM IIK Bhakti Wiyata adalah pasien yang sudah mendapat rujukan dari puskesmas.
Dalam acara launching hari Jumat lalu, drg. Sahat Manampin Siahaan, MMRS memberikan sambutan khusus dalam pidatonya. Beliau juga memaparkan bahwa proses isolasi pasien COVID-19 dijalankan sesuai aturan pemerintah dan SOP yang sudah sesuai dengan standar pelayanan di rumah sakit. Dalam kesempatan ini, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, yaitu Bapak Dr. Fauzan pun juga turut mengapresiasi atas upaya yang telah diberikan RSGM IIIK Bhakti Wiyata untuk mempercepat penanganan kasus COVID-19 di Kota Kediri. Beliau juga berpesan kepada selurus nakes yang nantinya menghandle pasien COVID-19 untuk wajib menggunakan APD level 2 dan sudah vaksin 2x. Beliau berharap agar pelayanan kesehatan ini berjalan sesuai SOP yang telah ada dan dilaksanakan secara ketat. Kedepannya beliau juga berharap bahwa nanti juga akan dikembangkan ruang isolasi bagi pasien COVID-19 dengan gejala sedang hingga berat agar para pasien COVID-19 tidak lagi berebut ruang isolasi di rumah sakit dan segera mendapat perawatan yang tepat.
Pembukaan layanan ruang isolasi di RSGM IIK Bhakti Wiyata ditandai secara simbolis dengan pemotongan tumpeng yang diwakilkan oleh Direktur RSGM IIK Bhakti Wiyata dengan Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dan dilanjutkan dengan prosesi ramah tamah. Setelah itu, para undangan juga diajak untuk meninjau langsung lokasi ruang isolasi bersama di lantai 6 Gedung Adipadma. Acara berlangsung tertib hingga selesai dan sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat. Semoga upaya ini dapat memberi manfaat bagi masyarakat Kediri dan segera memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Indonesia. Ingat pandemi ini belum usai dan kapanpun bisa melonjak sewaktu-waktu kasusnya. Jadi kita harus tetap waspada dan jangan abai terhadap protokol kesehatan.