Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata (IIK Bhakta) Kediri resmi membuka Fakultas Kedokteran (FK) pada jalur penerimaan mahasiswa baru Tahun Ajaran 2026/2027. Calon mahasiswa baru FK dapat mendaftar nantinya secara online di website resmi pendaftaran IIK Bhakta (pmb.iik.ac.id) atau datang langsung ke kantor pendaftaran di Jalan K.H Wachid Hasyim No 65, Kediri, Jawa Timur.
Langkah strategis ini memperkuat peran IIK Bhakta sebagai institut kesehatan terbesar di Indonesia dan menjadi bukti komitmen kampus dalam mencetak sumber daya manusia kesehatan yang unggul serta berdaya saing tinggi.
Pembukaan FK ini merupakan hasil persiapan panjang yang melibatkan pengembangan kurikulum berbasis kompetensi, pemenuhan standar fasilitas pendidikan medis, perekrutan tenaga pendidik berkualifikasi, hingga penguatan jaringan rumah sakit pendidikan dan lahan praktik. Sehingga IIK Bhakta memastikan mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar kedokteran yang komprehensif, modern, dan sesuai perkembangan ilmu kedokteran global.
“Bhakta siap membuka FK untuk kebutuhan masyarakat daerah Mataraman (Kediri, Tulungagung, Trenggalek, Blitar, Nganjuk, Madiun, Ngawi, Ponorogo, Madiun dan Magetan) dan seluruh penjuru Indonesia serta siap bersinergi membangun SDM Indonesia melalui IIK Bhakta,” terang Rektor IIK Bhakta, Prof. Dr. apt. Muhamad Zainuddin.
Sistem Pembelajaran dan Fasilitas Modern
Prodi Kedokteran IIK Bhakta disusun berdasarkan Standar Nasional Pendidikan Kedokteran. Kurikulum ini mengintegrasikan ilmu biomedis, keterampilan klinis, metode problem-based learning, hingga pembentukan soft skills dan etika profesi medis.
Mahasiswa akan menjalani proses pendidikan melalui kombinasi kuliah, praktikum laboratorium, skills lab, digital simulation, bedside teaching, serta OSCE untuk memastikan penguasaan kompetensi klinis yang terukur. Seluruh proses ini dirancang untuk melahirkan lulusan dokter dengan kemampuan 5 Star Doctor (Care Provider, Decision Maker, Communicator, Community Leader, dan Manager).
Dekan Fakultas Kedokteran IIK Bhakta dr. Nitta Damayanti, Sp.KFR, menjelaskan bahwa FK menggunakan sistem pembelajaran Interprofessional Collaboration. “Karena kita institut dengan prodi terlengkap di Indonesia, maka bisa kolaborasi dengan profesi lain lebih mudah dan membuat lulusan dokter menjadi lebih punya nilai plus. Karena sesuai dengan kondisi di rumah sakit atau kenyataan di lapangan praktek,” kata dr Nitta.
Baca Juga
Selain itu, mahasiswa menerima sistem pembelajaran dengan pendekatan EMAS, yaitu Edukasi, Manajemen Nutrisi, Aktivitas Fisik, Pengelolaan Stres. Sehingga diharapkan lulusan FK IIK Bhakta dapat melihat pasien sebagai manusia lebih komprehensif dan holistik.
Tak hanya itu saja, IIK Bhakta telah gencar menyiapkan fasilitas untuk FK, antara lain Ruang Medical Education, Ruang Medical Research Unit, Laboran, 9 Laboratorium Skill Lab, dan 14 Lab OSCE (Objective Structured Clinical Examination). Kampus kesehatan terbaik di Kediri ini juga membangun gedung Cipto Utomo sebagai sarana pendidikan mahasiswa FK nantinya.
Diperkuat Tenaga Pendidik Profesional dan Jaringan Rumah Sakit Pendidikan
IIK Bhakta menghadirkan jajaran tenaga pendidik yang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum berpengalaman, serta akademisi dengan rekam jejak riset dan publikasi internasional. Kehadiran para pengajar ini tidak hanya memperkuat kualitas pembelajaran, tetapi juga membuka peluang kolaborasi akademik dan riset di bidang kedokteran.
Dekan Fakultas Kedokteran IIK Bhakta dr. Nita Damayanti, Sp. KFR , AIFO-K , CHt®, menjelaskan IIK Bhakta telah memiliki 10 calon dosen biomedik, 2 dosen ilmu kesehatan masyarakat, 2 dosen humaniora dan medical education, serta 12 dosen spesialis tahap profesi. “Kita juga menyekolahkan calon dosen dengan background dokter, untuk mengambil S2 Parasitologi, Pendidikan Kedokteran, Bioetik, dan Anatomi Histologi,” dr Nita.
Untuk mendukung pendidikan klinik dan koas, IIK Bhakta telah menjalin kerja sama dengan berbagai rumah sakit jejaring di Jawa Timur dan sekitarnya. Termasuk di antaranya RSGM Bhakti Wiyata, RS Gambiran dan RS Bhayangkara sebagai rumah sakit pendidikan, sambil menunggu RS Pendidikan Afiyama selesai dibangun.

Jaringan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan pasien, memahami dinamika pelayanan kesehatan, dan membangun profesionalisme sejak fase awal pendidikan.
Dengan hadirnya Prodi Kedokteran, IIK Bhakta berharap dapat ikut berkontribusi signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan dokter di Indonesia, khususnya di daerah yang masih kekurangan tenaga medis.