Tugas Rekam Medis: Apa Saja 7 Kompetensi Utamanya?

Tugas Rekam Medis: Apa Saja 7 Kompetensi Utamanya?

Dalam sistem pelayanan kesehatan modern, rekam medis memegang peran strategis yang tidak bisa dipisahkan dari mutu layanan pasien. Rekam medis bukan sekadar catatan administrasi, melainkan sumber data klinis, hukum, hingga perencanaan kebijakan kesehatan. Oleh karena itu, tugas rekam medis menuntut tenaga profesional yang kompeten, terampil, dan memahami standar pelayanan kesehatan secara menyeluruh.

Tenaga Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK) dituntut memiliki kompetensi khusus agar mampu mengelola data kesehatan secara akurat, aman, dan bermanfaat. Lalu, apa saja 7 kompetensi utama rekam medis yang wajib dikuasai? Berikut ulasannya!

Apa Itu Rekam Medis?

Rekam medis adalah dokumen berisi catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan medis, serta pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Di Indonesia, pengelolaan rekam medis diatur dalam regulasi Kementerian Kesehatan dan menjadi bagian penting dalam akreditasi fasilitas pelayanan kesehatan. Karena perannya yang krusial, tugas rekam medis tidak bisa dilakukan sembarang orang, melainkan oleh tenaga yang memiliki pendidikan dan kompetensi resmi.

Tugas Rekam Medis Secara Umum

Sebelum membahas kompetensi, penting untuk memahami ruang lingkup tugas rekam medis, antara lain:

  • Mencatat dan mengelola data pasien
  • Menjaga kerahasiaan informasi medis
  • Menyediakan data untuk pelayanan klinis
  • Mendukung aspek hukum dan pembiayaan kesehatan
  • Menyediakan data untuk riset dan perencanaan kesehatan

Untuk menjalankan tugas-tugas tersebut, seorang tenaga rekam medis harus menguasai 7 kompetensi utama berikut.

7 Kompetensi Utama Rekam Medis

1. Kompetensi Klasifikasi dan Kodefikasi Penyakit

Kompetensi ini berkaitan dengan kemampuan mengklasifikasikan diagnosis penyakit dan tindakan medis menggunakan standar internasional seperti ICD (International Classification of Diseases).

Kemampuan kodefikasi sangat penting karena:

  • Menentukan klaim pembiayaan (BPJS Kesehatan)
  • Mendukung pelaporan statistik kesehatan
  • Menjadi dasar analisis epidemiologi

2. Kompetensi Manajemen Rekam Medis

Tenaga rekam medis harus mampu mengelola siklus hidup dokumen rekam medis, mulai dari:

  • Penerimaan berkas
  • Penyimpanan
  • Pendistribusian
  • Retensi dan pemusnahan arsip

Manajemen yang baik menjamin data mudah diakses, aman, dan sesuai regulasi.

Baca Juga

3. Kompetensi Statistik Kesehatan

Data rekam medis tidak hanya disimpan, tetapi juga diolah menjadi informasi. Kompetensi statistik kesehatan meliputi:

  • Pengolahan data morbiditas dan mortalitas
  • Penyusunan laporan rumah sakit
  • Penyediaan data untuk pengambilan keputusan manajemen

Tanpa kompetensi ini, data kesehatan tidak memiliki nilai strategis.

4. Kompetensi Sistem Informasi Kesehatan

Di era digital, tugas rekam medis semakin erat dengan teknologi. Tenaga rekam medis harus menguasai:

  • Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS)
  • Rekam Medis Elektronik (RME)
  • Keamanan data digital

Kompetensi ini sangat dibutuhkan seiring transformasi digital layanan kesehatan.

5. Kompetensi Etika dan Hukum Kesehatan

Rekam medis memiliki kekuatan hukum. Oleh karena itu, tenaga rekam medis wajib memahami:

  • Etika profesi
  • Perlindungan data pasien
  • Aspek hukum rekam medis

Kesalahan dalam pengelolaan data dapat berdampak hukum bagi fasilitas kesehatan.

6. Kompetensi Administrasi Pelayanan Kesehatan

Kompetensi ini berkaitan dengan kemampuan administratif seperti:

  • Pendaftaran pasien
  • Pengelolaan data klaim
  • Koordinasi antar unit pelayanan

Kemampuan administrasi yang baik akan meningkatkan efisiensi dan kepuasan pasien.

7. Kompetensi Komunikasi Profesional

Meski bekerja di balik layar, tenaga rekam medis harus memiliki komunikasi yang baik untuk:

  • Berkoordinasi dengan tenaga medis
  • Menjelaskan kebutuhan data
  • Memberikan informasi yang akurat kepada manajemen

Komunikasi profesional menjadi kunci kelancaran pelayanan kesehatan.

Mengapa Kompetensi Rekam Medis Sangat Penting?

Penguasaan 7 kompetensi utama rekam medis memastikan bahwa:

  • Pelayanan kesehatan berjalan efektif
  • Data pasien aman dan terpercaya
  • Fasilitas kesehatan memenuhi standar akreditasi
  • Tenaga rekam medis memiliki daya saing tinggi di dunia kerja

Tidak heran jika lulusan rekam medis memiliki peluang kerja luas di rumah sakit, klinik, puskesmas, asuransi kesehatan, hingga instansi pemerintah.

Tugas rekam medis bukan hanya mencatat data pasien, tetapi mencakup pengelolaan informasi kesehatan yang kompleks dan strategis. Untuk menjalankan peran tersebut secara profesional, tenaga rekam medis wajib menguasai 7 kompetensi utama, mulai dari kodefikasi penyakit hingga komunikasi profesional. Dengan kompetensi yang lengkap, tenaga rekam medis menjadi bagian penting dalam peningkatan mutu layanan kesehatan dan sistem kesehatan nasional secara keseluruhan. Kamu juga bisa memulai karier di bidang rekam medis dengan kuliah di Prodi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK) IIK Bhakta. Ayo daftar sekarang juga!

Punya Pertanyaan? Admin kami siap membantu.

Link: