Pendaftaran Jalur Reguler 3 Gelombang 3 (Sesi 5) TA 2026-2027 T.A. 2026 - 2027 Daftar Sekarang
Pendaftaran Jalur Khusus Reguler 3 Gelombang 3 (Sesi 5) TA 2026-2027 T.A. 2026 - 2027 Daftar Sekarang
Pendaftaran Jalur Alih Jenjang Reguler 3 Gelombang 3 (Sesi 5) TA 2026-2027 T.A. 2026 - 2027 Daftar Sekarang
Pendaftaran Program RPL Jalur Reguler 3 (Sesi 5) TA 2026-2027 T.A. 2026 - 2027 Daftar Sekarang
Pendaftaran Jalur Reguler 3 Gelombang 3 (Sesi 5) TA 2026-2027 T.A. 2026 - 2027 Daftar Sekarang
Pendaftaran Jalur Khusus Reguler 3 Gelombang 3 (Sesi 5) TA 2026-2027 T.A. 2026 - 2027 Daftar Sekarang
Pendaftaran Jalur Alih Jenjang Reguler 3 Gelombang 3 (Sesi 5) TA 2026-2027 T.A. 2026 - 2027 Daftar Sekarang
Pendaftaran Program RPL Jalur Reguler 3 (Sesi 5) TA 2026-2027 T.A. 2026 - 2027 Daftar Sekarang
Pendaftaran Program RPL Jalur Reguler 3 (Sesi 5) TA 2026-2027 T.A. 2026 - 2027 Daftar Sekarang
Telah dibuka Program Kelas Karyawan (Kategori RPL, Progsus dan Alih Jenjang) TA 2024-2025Info Selengkapnya
Gemuk (overweight) dan obesitas. Dua istilah ini sekilas sama, namun ternyata bermakna berbeda. Orang gemuk, belum tentu obesitas. Tapi orang obesitas, pasti gemuk. Bingung nggak? Yuk kita bahas lebih detail.
Angka obesitas di Indonesia dapat dikatakan masih tinggi. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, sebanyak 21.8 persen penduduk dewasa Indonesia mengalami obesitas. Artinya, 1 di antara 5 orang, mengalami obesitas.
Apa Itu Obesitas?
Obesitas adalah masalah gizi berlebih. Lebih yang dimaksud tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh. Apa yang berlebih? Sumber karbohidrat dan sumber lemak yang masuk ke dalam tubuh secara berlebihan inilah disebut obesitas.
“Orang seringkali salah mengartikan obesitas dan gemuk. Padahal itu sama tapi beda,” jelas Kaprodi S1 Gizi IIK Bhakti Wiyata Nining Tyas Triatmaja, S.Gz., M.Si. Selanjutnya, obesitas dan gemuk sama-sama merupakan masalah gizi berlebih. Namun, lanjut Nining, orang obesitas itu pasti gemuk. Namun, orang gemuk belum tentu dikatakan obesitas.
Apakah Kita Sedang Obesitas?
Obesitas tidak bisa diukur secara kasat mata saja. Kita bisa mengetahui termasuk kategori obesitas atau tidaknya melalui nilai Body Mass Index (BMI). Yaitu indeks sederhana yang mengukur keseimbangan berat badan dan tinggi badan, dengan persamaan sebagai berikut.
BMI= Berat Badan / (Tinggi Badan x Tinggi Badan)
Satuan untuk berat badan adalah kilogram (kg) dan tinggi badan menggunakan meter (m). Contohnya, kamu memiliki bobot 57 kg dan tinggi badan 165 cm atau 1.65 m. Sehingga diperoleh BMI: 57/ (1.65 x 1.65) = 20.9.
Selanjutnya, kalian dapat mengetahui masuk dalam kategori obesitas atau tidak, berdasarkan skala berikut ini.
| Nilai BMI | Kategori |
| <18.5 | Kurus atau kurang berat badan |
| 18.5 - 25 | Normal |
| <25 | Obesitas |
Dari nilai hasil penghitungan kasus contoh, diperoleh BMI 20.9. Sehingga masuk dalam kategori normal. Nining menganjurkan pengukuran berat badan dilakukan pada pagi hari, setelah bangun tidur dan sebelum makan pagi. “Jangan sembarangan. Ada waktu yang tepat. Saat perut masih kosong,” katanya.
Selain indeks BMI, tolak ukur obesitas juga dapat dilihat dari ukuran lingkar perut. Perempuan dikatakan obesitas jika memiliki ukuran lingkar perut di atas 80 cm. Sementara untuk laki-laki, ukuran lingkar perut di atas 90 cm masuk kategori obesitas. Ini dinamakan obesitasl central. Obesitas jenis ini lebih berbahaya dibandingkan obesitas biasa. “Kita sering mengenalnya dengan perut buncit,” ungkap Nining.
Bahaya Obesitas
Obesitas dapat mengganggu kesehatan tubuh. Penimbunan lemak dapat menyebabkan penyempitan pada pembuluh darah. Jika sudah demikian, potensi muncul darah tinggi atau dikenal dengan hipertensi. “Kalau parah, bisa berujung jantung koroner atau stroke,” jelas Nining.
Tidak hanya itu saja, jumlah lemak yang telalu banyak dapat mengganggu fungsi insulin. Normalnya, insulin bertugas menyerap glukosa dalam makanan dan mengubahnya menjadi energi. Jika terlalu banyak lemak, insulin menjadi tidak sensitif. Kalau sudah begitu, kadar gula makin tinggi dan berpotensi menyebabkan diabetes. “Jadi obesitas itu nggak hanya mengganggu penampilan saja, tapi lebih menakutkan ke kesehatan tubuh,” katanya.
Apakah kalian sudah menghitung BMI masing-masing? Bagaimana hasilnya? Kalian dapat menonton ulasan ini di channel Official Youtube IIK Bhakti Wiyata.