Faktor yang Berpengaruh terhadap Kesehatan Lingkungan

Faktor yang Berpengaruh terhadap Kesehatan Lingkungan

Hidup dengan lingkungan bersih dan sehat pastinya memberikan dampak positif bagi kita. Tubuh tak mudah terserang penyakit, beraktivitas pun makin nyaman. Jadi secara tidak langsung, lingkungan sehat mampu menyehatkan jiwa dan raga. Apa itu kesehatan lingkungan? Kesehatan lingkungan adalah suatu kondisi lingkungan yang mampu menopang keseimbangan ekologis yang dinamis antara manusia dan lingkungan untuk mencapai realitas hidup manusia yang sehat, sejahtera, dan bahagia.

“Kesehatan lingkungan merupakan ilmu dimana kita belajar melakukan perlindungan terhadap faktor-faktor lingkungan yang dapat mengakibatkan dampak merugikan pada keseimbangan ekologis,” terang Dosen Prodi S1 Kesehatan Masyarakat Marianingsih, S.KM., M.Kes.

WHO mendefinisikan kesehatan lingkungan sebagai suatu keseimbangan ekologi yang harus ada antara manusia dan lingkungan agar dapat menjamin keadaan sehat dari manusia. Menjaga kesehatan lingkungan bukanlah hal mudah. Tidak bisa juga dilakukan sendiri-sendiri. Misalnya saja, kita sudah membersihkan rumah dengan baik. Hal tersebut menjadi percuma jika lingkungan sekitar rumah kita masih kotor. Jadi perlu kerjasama antar warga yang tinggal di wilayah tersebut. Berikut adalah faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan lingkungan.

Faktor yang Berpengaruh terhadap Kesehatan Lingkungan

1. Kondisi Udara Berpengaruh Kesehatan Lingkungan

Lingkungan dikatakan sehat apabila udara di sekitarnya bersih. Bagaimana indikator udara bersih? Udara yang bersih adalah tidak berwarna, tidak berbau, terasa segar, dan ringan saat dihirup.

Jika tidak memenuhi kriteria tersebut, maka kondisi udara dikatakan tercemar. Pencemaran udara dapat mengganggu kesehatan lingkungan dan pada akhirnya berpengaruh terhadap kesehatan manusia yang tinggal di lingkungan tersebut. Pencemaran udara juga memberikan pengaruh terjadi pemanasan global.

Agar tidak terjadi pemanasan global, ada baiknya jika dilakukan pencegahan sejak dini. Misalnya dengan penanaman banyak tumbuhan di lahan kosong. Karbondioksida yang dihasilkan dari pernapasan makhluk hidup dan kegiatan industri diserap oleh tumbuhan dan diubah menjadi oksigen sehingga dapat mencegah terjadinya pemanasan global.

Baca Juga

2. Kondisi Air

Air yang sehat adalah air yang tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak berasa. Untuk dikonsumsi, air yang bersih tetap harus dimasak dengan suhu 100 derajat celcius sehingga bakteri di dalam air mati. 

Dengan menggunakan air bersih, kita dapat terhindari dari berbagai macam penyakit, seperti diare, disentri, tipes, keracunan, dan lainnya. Berikut adalah beberapa tips dalam menjaga kualitas air bersih di lingkungan. 

  • Memisahkan jarak antara sumber air dengan jamban dan tempat pembuangan sampah minimal 10 meter.
  • Melindungi sumber mata air dari bahan pencemar.
  • Ember penampung air dilengkapi dengan penutup dan gayung bertangkai dan dijaga kebersihannya.
  • Sumur gali, sumur pompa, kran umum, dan mata air harus dijaga bangunannya agar tidak rusak.

3. Kondisi Tanah

Tanah dikatakan tercemar apabila bahan kimia buatan manusia masuk dan mengubah lingkungan tanah alami. Tanah merupakan bagian penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup sehingga harus dijaga kualitasnya agar tidak tercemar.

So, kualitas tanah dapat mempengaruhi kesehatan manusia. Paparan logam arsenik, merkuri, dan zat beracun lain dari tanah yang tercemar dalam jangka panjang dapat membuat Anda berisiko menderita kanker, gangguan ginjal dan pernapasan.

Agar terhindari berbagai macam penyakit di atas, kalian dapat mencegahnya dengan beberapa tips berikut ini.

  • Membiasakan untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, menyentuh benda kotor.
  • Selalu menggunakan sepatu atau alas kaki saat hendak pergi dan melepaskannya sebelum masuk ke rumah.
  • Meletakkan keset di depan pintu rumah untuk mencegah tanah masuk ke dalam.
  • Menjaga kebersihan rumah dengan sering mengepel setiap hari. Tak lupa juga membersihkan jendela dan perabot rumah.
  • Membuang sampah pada tempatnya. Jangan menimbun sampah ke dalam tanah.

Menurut WHO, terdapat 17 ruang lingkup kesehatan lingkungan, antara lain.

  1. Penyediaan air minum
  2. Pengelolaan air buangan dan pengendalian pencemaran
  3. Pembuangan sampah padat
  4. Pengendalian vektor
  5. Pencegahan pencemaran tanah oleh manusia
  6. Higiene makanan
  7. Pengendalian pencemaran udara
  8. Pengendalian radiasi
  9. Kesehatan kerja
  10. Pengendalian kebisingan
  11. Perumahan dan permukiman
  12. Transportasi udara
  13. Perencanaan daerah dan perkotaan
  14. Pencegahan kecelakaan
  15. Pariwisata
  16. Tindakan-tindakan sanitasi yang berhubungan dengan keadaan epidemi, bencana, dan perpindahan penduduk.
  17. Tindakan pencegahan yang diperlukan untuk menjamin lingkungan.

Kesehatan lingkungan sangat penting diperhatikan karena dapat mempengaruhi kualitas hidup manusia. Tertarik mempelajari kesehatan lingkungan lebih detail? Ayo kuliah S1 Kesehatan Masyarakat di IIK Bhakta saja. Daftar sekarang juga!

Punya Pertanyaan? Admin kami siap membantu.

Link: