Tidak ada yang menghendaki memiliki luka pada tubuh, termasuk jenis luka terbuka. Namun jika sudah terjadi, kamu wajib melakukan pengobatan secepatnya agar tidak menjadi luka infeksi.
Apa itu luka infeksi? Adalah kondisi adanya pengendapan mikroorganisme seperti bakteri, jamur, atau virus, dari paparan lingkungan luar di area luka. Mikroorganisme tersebut dapat masuk melalui beberapa cara, seperti kontak langsung dengan tangan yang tidak bersih, penyebaran melalui udara yang terkontaminasi, dan kontaminasi langsung dari bakteri yang sudah ada pada kulit.

Tanda-Tanda Luka Infeksi
Apabila luka mengalami infeksi, dapat dikenali melalui tanda-tanda berikut ini.
1. Peradangan yang Meningkat
Jika luka mengalami pembengkakan, kemerahan, dan panas berlebihan, ini dapat menandakan adanya infeksi. Peradangan yang bertambah parah dan tidak mereda dalam beberapa hari merupakan tanda yang perlu diwaspadai.
2. Rasa Sakit yang Meningkat
Jika rasa sakit pada luka semakin intens, terutama jika disertai dengan nyeri tajam atau terbakar, hal ini dapat menunjukkan radang yang berkembang.
3. Sekresi Berlebihan
Luka yang terinfeksi cenderung menghasilkan cairan berlebih, seperti nanah atau lendir yang berbau tidak sedap. Sekresi ini mungkin berwarna kuning, hijau, atau putih.
Jika lapisan berwarna kuning keputihan, lapisan itu adalah jaringan granulasi, yaitu jaringan yang terbentuk selama proses penyembuhan luka. Nantinya jaringan itu akan matang dan menggantikan kulit lama.
Sedangkan apabila lapisan yang keluar berwarna kehijauan dan bau tidak sedap, berarti lapisan tersebut merupakan nanah yang merupakan tanda infeksi.
Baca Juga
4. Perubahan Warna dan Bau
Jika luka berubah warna menjadi keabu-abuan, kehitaman, atau hitam, hal ini bisa mengindikasikan infeksi yang serius. Bau yang tidak biasa, seperti bau busuk atau amis, juga dapat menjadi tanda infeksi.
5. Demam dan Menggigil
Radang pada luka dapat menyebabkan peningkatan suhu tubuh, demam, dan sensasi menggigil. Jika gejala ini terjadi bersamaan dengan tanda-tanda lainnya, maka kemungkinan besar terdapat infeksi.
Hal tersebut bisa terjadi ketika infeksi menyebar, tubuh kamu akan berusaha melakukan perlawanan yang berdampak pada gejala sistemik seperti demam dan mual.
Pencegahan Luka Infeksi
Luka infeksi dapat dicegah, dengan beberapa cara berikut ini.
1. Menjaga Kebersihan Tangan
Cucilah tangan dengan sabun dan air bersih sebelum dan setelah merawat luka. Pastikan tangan dalam keadaan bersih saat menyentuh luka agar menghindari transfer kuman.
2. Perlakuan yang Tepat untuk Luka
Bersihkan luka dengan air dan sabun ringan, kemudian lap dengan kain bersih. Gunakan plester atau perban steril untuk melindungi luka dari kuman eksternal.
3. Jaga Kebersihan Peralatan
Pastikan peralatan yang digunakan untuk membersihkan atau merawat luka steril atau telah disterilkan dengan benar. Peralatan yang kotor dapat menjadi sumber infeksi.
4. Jaga Kebersihan Lingkungan
Pastikan area sekitar luka tetap bersih dan bebas dari kotoran atau benda-benda yang dapat memperburuk infeksi. Ganti perban secara teratur dan hindari kontak langsung dengan benda-benda kotor.
5. Perhatikan Tanda-Tanda Infeksi
Jika kamu mencurigai adanya radang pada luka, segera hubungi tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Setelah mengetahui tanda-tanda luka infeksi, kamu dapat mengambil langkah tepat dalam penanganannya. Materi ini juga akan kamu pelajari lebih detail dalam kuliah keperawatan. Jika kamu memiliki cita-cita sebagai perawat, mulai langkahmu dari Prodi S1 Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners di IIK Bhakta. Daftar sekarang juga!